Eunice Newton Foote Temukan Efek Rumah Kaca Pertama Kali Sejak 1850
Eksperimen awal mengenai dampak gas atmosfer terhadap radiasi sinar Matahari berhasil diungkap oleh Eunice Newton Foote pada tahun 1850. Penelitian perintis tersebut menjadi landasan penting dalam sejarah pengamatan krisis iklim global, sebagaimana dikutip dari Detikcom.
Pengujian sederhana Foote memanfaatkan tabung kaca berisikan termometer air raksa. Hasil percobaan menunjukkan bahwa udara lembap menyerap panas pemanasan Matahari lebih tinggi dibandingkan udara kering. Tingkat pemanasan tertinggi tercatat pada tabung yang dipenuhi gas karbon dioksida.
"Wadah yang berisi gas ini menjadi sangat panas, terasa jauh lebih panas dibandingkan wadah lainnya, dan saat dijauhkan [dari Matahari], proses pendinginannya memakan waktu jauh lebih lama," kata Foote dalam catatan eksperimennya.
Karakteristik karbon dioksida dalam menahan panas membuat Foote menarik simpulan awal terkait kondisi atmosfer Bumi. Ia menilai konsentrasi gas tersebut berbanding lurus dengan peningkatan suhu planet di masa lampau maupun masa depan.
"Atmosfer yang mengandung gas tersebut akan memberikan suhu tinggi bagi Bumi kita; dan jika, seperti dugaan sebagian pihak, pada suatu masa dalam sejarahnya udara mengandung proporsi gas tersebut yang lebih besar daripada saat ini, maka peningkatan suhu... pastilah terjadi," tulis Foote.
Makalah ilmiah karya Foote resmi dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) tanggal 23 Agustus 1856. Namun, pembacaan laporan riset itu diwakilkan oleh ilmuwan pria bernama Joseph Henry karena batasan gender bagi peneliti perempuan kala itu.
Prof. Henry membacakan makalah karya Ny. Eunice Foote, seraya mengawalinya dengan pernyataan bahwa sains tidak mengenal batasan negara maupun jenis kelamin. Ranah perempuan mencakup tidak hanya hal-hal yang indah dan bermanfaat, tetapi juga kebenaran.
Penemuan Foote tercatat dipublikasikan tiga tahun lebih cepat sebelum John Tyndall memaparkan riset serupa pada 1859. Meski eksperimen Tyndall dinilai lebih canggih dalam menjelaskan penyerapan energi inframerah termal oleh uap air dan gas rumah kaca, publikasinya tidak mencantumkan nama Foote.
Walaupun penemuannya sempat terabaikan dari panggung utama sains modern, jasa ilmuwan yang dijuluki filsuf alam ini tetap mendapat pengakuan. Lembaga National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) bahkan menggelar peringatan ulang tahun ke-200 kelahiran Foote sebagai penghormatan atas kontribusi historisnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow