FC Dallas Tumbangkan San Jose Earthquakes Lewat Gol Menit Akhir
Kekalahan dramatis diderita tuan rumah San Jose Earthquakes setelah ditundukkan FC Dallas dengan skor 2-3 dalam lanjutan kompetisi Wilayah Barat Major League Soccer (MLS) di PayPal Park pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Hasil pertandingan di hadapan 18.000 penonton tersebut, seperti dilaporkan media Press Democrat, menjadi kekalahan tipis beruntun bagi San Jose Earthquakes setelah pada tengah pekan lalu juga takluk dari Seattle Sounders dengan skor yang sama.
Gol penentu kemenangan tim tamu dicetak oleh Sam Sarver pada menit ke-93 memanfaatkan umpan Kaick untuk menaklukkan kiper San Jose, Daniel, setelah sebelumnya tuan rumah sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol debut Reid Roberts di menit ke-81.
Sebelumnya, Dallas unggul cepat melalui Patrickson Delgado saat laga baru berjalan 54 detik, yang kemudian dibalas oleh Beau Leroux pada menit ke-19 sebelum Petar Musa membawa Dallas memimpin kembali di menit ke-49.
Dilansir dari Field Level Media, hasil ini menahan San Jose Earthquakes di peringkat kedua Wilayah Barat dengan 29 poin dari 13 laga (rekor 9-2-2), sedangkan tambahan tiga angka membawa FC Dallas ke posisi ketujuh klasemen dengan koleksi 19 poin dari hasil 5-4-4.
Sorotan tajam diberikan oleh Pelatih Kepala San Jose Earthquakes, Bruce Arena, terhadap hilangnya konsentrasi barisan pertahanan anak asuhnya pasca-kekalahan dari Seattle Sounders menjelang pertandingan ini.
"We turned the ball over," kata Bruce Arena.
Mantan pelatih tim nasional Amerika Serikat tersebut menilai kesalahan fatal di area pertahanan menjadi penyebab utama terjadinya gol-gol dari tim lawan.
"Our centre-backs turned the ball over in bad spots on the field for the second and third goals. They need to be better on the ball for sure. And we need to do a better job of defending our penalty area," ujar Bruce Arena.
Meskipun kecewa dengan hasil akhir, Bruce Arena memberikan pujian khusus kepada Nick Fernandez yang mencetak gol cepat pada laga tengah pekan lalu serta performa dari Preston Judd.
"It was a good goal, obviously coming in the first couple minutes of the game. ... Nick played a good 90 minutes," tutur Bruce Arena.
Menurutnya, kontribusi penyerang tengahnya merupakan poin positif penting di kala tim menghadapi jadwal kompetisi yang sangat padat sebelum jeda Piala Dunia.
"And Preston Judd continues to do his job as a center forward and scored another goal, so that's a real positive," ucap Bruce Arena.
Bruce Arena juga memberikan pandangannya mengenai jeda panjang kompetisi selama hampir dua bulan yang akan dihadapi oleh seluruh tim kontestan MLS.
"The break is the break," sebut Bruce Arena.
Pihak manajemen klub dilaporkan telah merancang program latihan intensif agar performa fisik para pemain tidak menurun selama masa libur pertengahan musim tersebut.
"It’ll certainly be different in this league. We’re not used to something like this. Obviously, most leagues in the world are off during this time. The odd part with us is it’s the middle of our season, so that’ll be challenging. But we are prepared to have a good schedule during the break where we can get our guys back into form and hopefully be ready for the second half of the season," kata Bruce Arena.
Di sisi lain, penyerang San Jose Earthquakes, Jamar Ricketts, tidak menampik adanya kendala kelelahan fisik akibat akumulasi jadwal padat di liga domestik serta turnamen U.S. Open Cup.
"There's a little fatigue," kata Jamar Ricketts.
Ricketts kemudian membandingkan padatnya atmosfer sepak bola profesional saat ini dengan pengalamannya dahulu ketika masih bermain di level universitas.
"But a lot of these guys have played in college, and college is like this, where you play on the weekend and you play in the midweek. Obviously, you're not playing against the same caliber of players that you're playing here. That's what takes a toll. But we embrace it. Everybody's focused. There are really no days off," pungkas Jamar Ricketts.
Sementara itu, Pelatih Kepala FC Dallas, Eric Quill, sempat menuntut para pemainnya untuk memberikan respons cepat setelah menelan kekalahan pahit dari Vancouver Whitecaps di Toyota Stadium.
"I felt like we had a bright start and played the way we wanted to, on the front foot and finding the first goal," kata Eric Quill.
Eric Quill yang diganjar kartu merah pada menit ke-87 dalam laga tengah pekan tersebut mengingatkan bahwa persaingan MLS tidak membolehkan tim mengendurkan tekanan.
"As a coach, though, you want the team to keep pushing because in this league you can't take your foot off the gas," tutur Eric Quill.
Kekalahan di laga kandang sebelumnya dinilai Quill sebagai hilangnya kesempatan bagus untuk mendongkrak posisi klasemen timnya yang sempat tertahan di peringkat ketujuh.
"This was a missed opportunity," ujar Eric Quill.
Oleh karena itu, Eric Quill menginstruksikan seluruh jajaran tim termasuk staf pelatih untuk bertanggung jawab penuh guna meningkatkan konsistensi performa sebelum jeda musim panas.
"We all need to take accountability, myself included, and find ways to improve because we're capable of being at the top of the standings," ucap Eric Quill.
Catatan statistik dari harianbasis.co menunjukkan penyerang FC Dallas, Petar Musa, menjadi salah satu pemain yang paling menyita perhatian setelah berhasil mengemas total 11 gol dari 12 pertandingan pertamanya musim ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow