Fenerbahce Tahan Imbang Lyon Dalam Play-off Liga Champions UEFA

Smallest Font
Largest Font

Fenerbahce menahan imbang Olimpik Lyon dengan skor 1-1 pada laga leg pertama babak play-off kualifikasi Liga Champions UEFA di Istanbul, setelah sempat tertinggal di babak pertama pada pertandigan yang berlangsung penuh tekanan.

Klub asal Turki tersebut tertinggal lebih dulu setelah penyerang Lyon, Lois Openda, membobol gawang tuan rumah pada menit ke-40. Fenerbahce kemudian menyamakan kedudukan lewat gol Mason Greenwood pada menit ke-47 babak kedua.

Hasil imbang ini didapat setelah pelatih Ismail Kartal melakukan rotasi besar dengan mengganti tujuh pemain dibanding laga sebelumnya saat kalah dari Genchlerbirligi di liga domestik. Langkah tersebut diambil guna menghadapi pertarungan krusial menuju babak utama kompetisi Eropa.

"Terima kasih kepada para pendukung yang telah menyokong kami. Kami telah berjuang dengan baik. Di babak pertama, kami kebobolan dari situasi yang bisa dibilang setengah peluang. Hal-hal seperti ini biasa terjadi dalam sepak bola," kata Vedat Muriqi, penyerang Fenerbahce.

Tuan rumah tampil menekan di awal laga sebelum Lyon mengambil alih kendali permainan. Gol penyama kedudukan di awal babak kedua membuat Fenerbahce kembali menguasai jalannya laga hingga akhir pertandingan.

"Kami memulai babak kedua dengan baik. Kami menyamakan kedudukan lewat gol indah dari Greenwood. Kendali permainan berpindah ke tangan kami.

Menjelang akhir laga, karena lawan bertahan sangat dalam, mereka mencoba mencari gol lewat serangan balik. Kami berhasil mencegahnya," ujar Vedat Muriqi.

Sebelum melangkah ke babak play-off ini, Fenerbahce telah menyingkirkan Gornik Zabrze dan Sturm Graz. Sementara itu, Lyon lolos usai membalikkan keadaan atas Sparta Prag dengan kemenangan 3-0 di leg kedua setelah kalah 1-2 di leg pertama.

"Secara jujur, hasil 1-1 selalu lebih baik daripada kekalahan. Tentu kami ingin meraih hasil yang lebih baik untuk mendapatkan keuntungan di laga kedua, tetapi itu tidak terjadi," kata Vedat Muriqi.

Kepastian kelulusan kedua tim menuju putaran utama Liga Champions kini harus ditentukan pada pertandingan leg kedua yang bakal digelar di markas Lyon, Prancis.

"Kami juga menunggu para pendukung kami di Prancis. Insya Allah, kami ingin mendengarkan musik Liga Champions yang kami rindukan dengan cara menang di Prancis," ujar Vedat Muriqi.

Muriqi juga membeberkan kondisi fisiknya yang sempat terganggu cedera otot di awal musim sebelum akhirnya mampu berlaga selama 80 menit di lapangan.

"Sebagai pemain baru, saya memulai dengan cara terburuk yang memungkinkan. Pada sesi latihan kedua, otot bagian bawah saya robek. Saya kembali jauh lebih cepat dari perkiraan.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Berkat seluruh staf yang bergerak cepat, saya bisa bermain selama 80 menit. Saya tahu saya harus mencetak gol.

Saya pernah bermain di sini sebelumnya. Siapa yang mengenal saya pasti tahu, tujuan saya bukan sekadar mencetak gol tetapi menjadi berguna bagi tim. Bagi saya sudah cukup jika bisa membantu tim, dan jika mencetak gol saya akan dua kali lebih bahagia.

Gol-gol itu akan datang. Kami adalah tim yang sangat bagus. Pemain bintang dunia Lukaku telah bergabung.

Ada banyak hal yang bisa saya pelajari darinya. Kami akan saling melengkapi. Dia juga orang yang sangat beritikad baik.

Fenerbahce memiliki tim berkualitas di setiap lini. Kami akan memainkan 40 sampai 50 lebih pertandingan, Vedat yang akan bermain, Lukaku yang akan bermain. Semua itu tidak penting.

Kami fokus pada tujuan utama. Kami ingin berpartisipasi di Liga Champions dan menjadi juara di liga," kata Vedat Muriqi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed