Franco Baresi Alami Kerugian Finansial dan Kasus Hukum Usai Pensiun
Mantan kapten AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi, menghadapi krisis keuangan serta persoalan hukum yang signifikan setelah menyelesaikan karier sepak bolanya. Nasib kurang beruntung tersebut dipicu oleh kegagalan investasi bisnis dan keterlibatan dalam pusaran kasus penipuan. Pengumpulan kekayaan Baresi selama menjadi pemain bergaji tinggi di Serie A mulai tergerus saat ia mencoba beralih menjadi pengusaha pada akhir 1990-an dan awal 2000-an.
Berbagai investasi di sektor properti hingga pakaian berakhir gagal total dan mengikis tabungannya. Dampak finansial kian parah menyusul kebangkrutan Credieuronord pada tahun 2000. Jurnalis investigasi Gianni Barbacetto mencatat bahwa Baresi menjadi salah satu nasabah terseret dalam kehancuran bank tersebut, yang mengakibatkan hilangnya dana besar serta jaminan akibat arahan konsultan yang tidak kompeten.
Tekanan terhadap Baresi memuncak pada Maret 2005 melalui operasi Kepolisian Jalan Raya bernama Prestige Cars. Operasi tersebut membongkar sindikat pencucian mobil mewah dan penipuan keuangan senilai lebih dari 2 juta euro yang melibatkan Maura Lari, istri Baresi kala itu.
Pada Agustus 2005, Baresi terseret investigasi terkait penipuan galeri seni di Turin setelah lukisan berharga dijadikan jaminan di rumahnya. Kasus ini diselesaikan Baresi melalui mekanisme penyelesaian hukum berupa hukuman tiga bulan penjara yang diganti dengan denda sebesar 5.900 euro. Kerugian materiil dan penyitaan aset akibat rangkaian kasus tersebut berhasil diredam setelah AC Milan memberikan bantuan stabilitas ekonomi. Pihak klub merangkul kembali legenda mereka sebagai pelatih tim muda hingga diangkat menjadi wakil presiden kehormatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow