Gempa Filipina M 7,8 Tewaskan 15 Orang dan Picu Tsunami di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026, mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan memicu terjangan tsunami minor di sembilan daerah pesisir Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan empat kali peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dinyatakan berakhir pada pukul 10.15 WIB. Berdasarkan laporan BMKG, tsunami dengan ketinggian bervariasi antara 9 hingga 75 sentimeter terdeteksi di beberapa wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Daftar Wilayah Indonesia yang Diterjang Tsunami Minor
Waktu (WIB)Lokasi TerdampakKetinggian Tsunami
06.58Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara30 cm
07.20Loloda, Maluku Utara9 cm
07.27Ulu Siau, Sulawesi Utara18 cm
07.27Melonguane, Sulawesi Utara32 cm
07.34Paleleh, Sulawesi Tengah45 cm
07.39Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara32 cm
07.51Bitung, Sulawesi Utara29 cm
07.51Ternate, Maluku Utara14 cm
08.20Talengan, Sangihe, Sulawesi Utara75 cm

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa penghentian status waspada tersebut bertujuan agar proses evakuasi dan penyelamatan oleh tim gabungan di lokasi terdampak bisa segera berjalan.

"Pengakhiran peringatan dini yang telah kami tetapkan tadi pada pukul 10.15 WIB, peringatan dini ini perlu disampaikan sebagai pengakhiran peringatan dini agar tim SAR dari Basarnas, BPBD, BNPB, TNI, Polri, segenap elemen dapat melakukan penyelamatan yang dibutuhkan di lokasi-lokasi terdampak," kata Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG dalam konferensi pers virtual.

Sementara itu, otoritas pertahanan sipil Filipina melaporkan dampak fatal akibat guncangan utama yang berpusat di 13 kilometer barat daya General Santos City tersebut. Direktur Pertahanan Sipil Regional Rodrigo Sosmena via AFP mencatat 12 korban jiwa berada di wilayah Soccksargen, sedangkan tiga korban lainnya ditemukan di Provinsi Davao Occidental.

Aparat kepolisian setempat di General Santos City mengonfirmasi bahwa beberapa korban tewas akibat tertimpa struktur bangunan yang roboh saat gempa terjadi.

"Kami menemukan korban jiwa. Sebuah tembok runtuh menimpa mereka," kata Roland Catoburan, Mayor Polisi.

Petugas keamanan lainnya juga melaporkan situasi darurat di lapangan, di mana ratusan warga mengalami luka-luka dan banyak fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan parah.

"Banyak bangunan yang terdampak, tetapi saya tak bisa menyebutkan sekarang karena kami sedang sibuk dengan operasi penyelamatan," kata Robert Dagon, Sersan Mayor Kepolisian Kota General Santos.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Konsulat Jenderal RI (KJRI) Davao memastikan terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi warga negara Indonesia di wilayah terdampak gempa.

"Sejauh ini, belum terdapat informasi adanya WNI/PMI terdampak dalam gempa tersebut," kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri.

Hingga saat ini, pihak berwenang Filipina masih melakukan penanganan darurat menyusul serangkaian gempa susulan berkekuatan signifikan yang terus mengguncang pulau Mindanao.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed