Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta pada 14 Mei 2026
Wilayah Barat Daya Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,4 pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 09.26 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat getaran berada di laut dengan kedalaman 47 kilometer.
Hasil analisis BMKG menunjukkan titik koordinat gempa terletak pada 8.79 Lintang Selatan (LS) dan 110.30 Bujur Timur (BT). Lokasi pusat gempa tersebut berjarak sekitar 94 kilometer dari arah Barat Daya Kabupaten Gunungkidul.
"#Gempa Mag:2.4, 14-May-2026 09:26:17WIB, Lok:8.79LS, 110.30BT (94 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:47 Km #BMKG," tulis BMKG.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa laporan ini mengutamakan kecepatan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat luas. Dua hari sebelumnya, tepatnya pada Selasa, 12 Mei 2026, wilayah Bantul juga sempat diguncang gempa dangkal berkekuatan Magnitudo 2,1.
Peristiwa di Bantul tersebut terjadi pada pukul 19.21 WIB dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 14 kilometer arah Tenggara Bantul. BMKG mencatat hiposenter gempa Bantul berada pada kedalaman 15 kilometer dengan titik koordinat 7.95 Lintang Selatan dan 110.47 Bujur Timur.
"Pusat gempa bumi di Bantul (Episenter) berada di darat, 14 Km Tenggara Bantul," kata BMKG melalui laman resminya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan atau pemukiman warga akibat rentetan aktivitas tektonik di wilayah Yogyakarta tersebut. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan adanya guncangan susulan.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin saja terjadi," kata BMKG.
Guna menghadapi situasi darurat, indonesiakini.id merilis panduan keselamatan seperti berlindung di bawah meja dan mematikan kompor saat berada di dalam rumah. Jika berada di luar ruangan, warga disarankan segera menuju area terbuka dan menghindari tiang listrik atau pohon tinggi untuk meminimalisir risiko reruntuhan.
Bagi warga yang tinggal di pesisir pantai, kewaspadaan terhadap potensi tsunami harus ditingkatkan jika melihat tanda-tanda gelombang air laut naik secara drastis setelah guncangan hebat terjadi. Verifikasi informasi resmi melalui radio atau kanal pemerintah menjadi kunci untuk menghindari persebaran berita palsu di tengah situasi bencana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow