Gempa Kembar Guncang Venezuela Akibatkan Kerusakan Parah

Smallest Font
Largest Font

Dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah barat laut Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat, meruntuhkan sejumlah bangunan di ibu kota Caracas dan memicu kekhawatiran akan timbulnya korban jiwa dalam jumlah besar. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan getaran pertama bermagnitudo 7,2 berpusat di dekat San Felipe atau 21 kilometer di barat kota pesisir Moron, kemudian disusul gempa kedua bermagnitudo 7,5 dekat Yumare dalam selisih waktu 39 detik. USGS memperkirakan jumlah korban akibat gempa yang tercatat sebagai yang terbesar di negara tersebut sejak tahun 1900 ini bisa mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengonfirmasi bahwa layanan darurat telah diaktifkan untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak, termasuk kawasan Altamira yang mengalami situasi mengkhawatirkan.

"We have buildings, homes and houses which have collapsed, and we are taking care of things with everything we have available in terms of security, civil assistance," kata Diosdado Cabello dalam siaran televisi pemerintah.

Cabello menambahkan bahwa seluruh aparat pemadam kebakaran dan kepolisian telah dikerahkan ke lokasi-lokasi reruntuhan untuk menangani dampak bencana. "The fire department, police and all have been activated," ujar Diosdado Cabello.

Banyak warga Venezuela berada di dalam rumah saat gempa terjadi karena bertepatan dengan hari libur nasional untuk memperingati kemenangan militer tahun 1821 atas Spanyol. "It was unbelievable, I don’t even know how long it lasted," cetus Heidi Romero, seorang pemilik toko berusia 42 tahun yang berada di lantai atas sebuah pusat perbelanjaan.

Romero menceritakan bahwa para pengunjung dan dirinya terpaksa dievakuasi melalui tangga darurat gedung untuk menyelamatkan diri. "We went out through the emergency stairs; that’s how they got us out," tutur Heidi Romero. Saksi lain yang tinggal di kawasan perbukitan ibu kota, Carmen Guedez, merasakan getaran yang sangat kuat saat sedang menemani saudara perempuannya yang sakit di tempat tidur.

"It kept getting stronger," ungkap Carmen Guedez.

Guedez melihat jendela-jendela rumahnya mulai bergeser sebelum akhirnya seluruh bangunan bergetar hebat. "I started to see the windows begin to move and then everything shook," kata Carmen Guedez. Kondisi mencekam juga dilaporkan oleh warga kota Caracas lainnya, Odalis Escalona, yang melihat infrastruktur bangunan di sekitarnya mengalami kerusakan parah akibat lindu.

"The stairs came away, the whole wall cracked," kata Odalis Escalona, seorang karyawan bank berusia 54 tahun.

Escalona menambahkan bahwa kepanikan bertambah karena material bangunan mulai berjatuhan dari bagian langit-langit gedung. "Things fell from the ceiling. It was horrible," ucap Odalis Escalona.

Sementara itu, warga di wilayah Caracas bagian barat langsung berlarian keluar rumah sesaat setelah guncangan pertama terasa. "Begitu gempa mulai terasa, kami mendengar orang-orang berteriak. Semua orang berlarian menuruni tangga," tutur Astrid Ramirez, seorang warga berusia 41 tahun kepada Reuters.

Warga lain di bagian timur kota, Coro Martinez, mengaku belum pernah merasakan getaran sedahsyat ini yang menjatuhkan barang-barang dari dalam lemari es miliknya. "Terdengar suara dentuman yang sangat keras. Barang-barang di dalam rumah berjatuhan, termasuk wadah-wadah di dalam kulkas.

Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya," kata Coro Martinez. Bagi Maria Romero, lansia berusia 80 tahun yang tinggal di Caracas selatan, bencana ini terasa jauh lebih destruktif dibandingkan gempa mematikan bermagnitudo 6,3 yang pernah mengguncang kota itu pada tahun 1967.

"Gempa bumi ini sangat mengerikan, bahkan lebih buruk daripada gempa bumi tahun 1967," sebut Maria Romero.

Seorang warga lain berusia 41 tahun menjelaskan bahwa dirinya sempat menerima notifikasi peringatan dini di ponselnya tepat sebelum getaran utama menghantam. "Saat saya mengambil ponsel dan mulai mendengarkan pesan peringatan itu, awalnya saya merasakan guncangan ringan. Lalu, dalam waktu kurang dari dua detik, segalanya mulai berguncang hebat," ucap warga yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut. Dampak bencana ini juga memaksa otoritas menutup Bandara Internasional Simon Bolivar setelah rekaman video dari mantan anggota parlemen Wilmer Azuaje memperlihatkan kerusakan fatal dan puing-puing bangunan yang runtuh di area bandara.

Pakar geofisika dari University of California, San Diego, Vashan Wright, menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa kerusakan masif terjadi karena Venezuela terletak di zona patahan strike-slip besar antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan, ditambah struktur Caracas yang berada di cekungan sedimen dalam sehingga memperkuat gelombang seismik gempa.

Hingga saat ini, pemerintah Venezuela di bawah Penjabat Presiden Delcy Rodriguez telah memberlakukan status darurat nasional, namun otoritas terkait belum merilis angka resmi mengenai jumlah total korban maupun kerusakan materiil di seluruh wilayah terdampak.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed