Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 1.430 Orang dan Puluhan Ribu Hilang
Bencana gempa kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda Venezuela pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat hingga menyebabkan 1.430 orang tewas dan puluhan ribu lainnya dinyatakan hilang. Pemerintah setempat beserta relawan hingga saat ini masih terus berupaya melakukan proses evakuasi di tengah puing-puing bangunan yang runtuh.
Dilansir dari AFP dan Reuters, data dari pemerintah Venezuela menunjukkan sebanyak 3.360 orang mengalami luka-luka akibat fenomena "doublet" yang dicatat oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) ini. Selain itu, otoritas Caracas melaporkan bahwa 172 orang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan, sementara lebih dari 50.000 orang lainnya belum ditemukan.
Dampak fatal juga menyasar warga negara asing dengan konfirmasi 19 korban tewas yang terdiri dari sembilan warga Portugal, lima warga Spanyol, dua warga Brasil, dua warga China, dan satu warga Italia-Venezuela. Pemerintah Portugal dan Spanyol menambahkan bahwa masing-masing 56 warga Portugal dan 133 warga Spanyol belum diketahui keberadaannya pascabencana.
Situasi diperparah oleh munculnya sedikitnya 300 gempa susulan di sepanjang tiga patahan geologis utama Venezuela, termasuk gempa susulan bermagnitudo 4,9 pada Jumat (26/6/2026) sore yang terasa di Caracas dan Maracay. Otoritas penanggulangan terus memantau pergerakan seismik yang menghambat jalur evakuasi dan logistik bandara utama.
"Seing pukul 18.03 waktu setempat pada tanggal 24 Juni hingga saat ini, kami telah mencatat total 302 peristiwa seismik. Selain dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 tersebut, terdapat 300 peristiwa seismik lainnya, yang merupakan gempa susulan," ujar ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pidato yang disiarkan saluran televisi pemerintah, VTV.
Rodriguez menambahkan bahwa rangkaian gempa susulan tersebut berpusat di tiga patahan geologis utama yang melintasi negara tersebut.
Kondisi darurat ini memicu perhatian internasional menyusul pernyataan resmi dari perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai proyeksi lonjakan jumlah korban jiwa. Skala kerusakan yang masif membuat penanganan di lapangan berjalan sangat lambat.
"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks," kata Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat.
Fletcher menyoroti banyaknya jumlah orang hilang yang menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat di lapangan.
"Kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang, lebih dari 500 orang tewas, jadi pekerjaan besar untuk menyisir puing-puing," lanjut Tom Fletcher.
Pernyataan Fletcher ini merujuk pada pembaruan data sepihak dari Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang sebelumnya mengumumkan kenaikan angka kematian resmi menjadi 589 orang pada hari Jumat sebelum melonjak ke data terbaru pemerintah.
"Tugas kami adalah menemukan sebanyak mungkin dari mereka, dan menjaga agar jumlah korban jiwa tetap serendah mungkin, tetapi jelas jumlahnya akan meningkat secara signifikan," kata Tom Fletcher.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow