Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT 70 Orang Tewas

Smallest Font
Largest Font

Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu (15/8/2026) telah mengakibatkan 70 orang tewas, 132 orang luka-luka, serta memicu pengungsian skala besar di berbagai wilayah terdampak.

Basarnas mencatat total korban terdampak mencapai 202 orang hingga penutupan data operasi penanganan darurat.

"Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang," kata Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo.

Dari total korban luka tersebut, sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang menderita luka ringan, sementara tim penyelamat terus menyisir wilayah terisolasi.

"Operasi yang kita lakukan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian," ujar Yudhi.

Dampak kerusakan fisik mencakup 11.925 unit rumah warga, dengan rincian 5.516 rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar yang mencapai 15.465 jiwa, di mana 25 orang meninggal dunia.

"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Berton menambahkan bahwa kerusakan fasilitas perumahan terparah terkonsentrasi di sejumlah kawasan utama terdampak.

"Total rumah yang rusak sebanyak 11.925 unit, dengan rincian rusak berat sebanyak 5.516 unit, rusak sedang sebanyak 1.916 unit, rusak ringan 4.493 unit," kata Berton.

Kerusakan infrastruktur juga menimpa Kantor Bupati Sikka yang mengalami retak struktur dan kerusakan atap berat, sehingga aktivitas pemerintahan dipindahkan sementara ke posko tanggap darurat.

"Kita harus tetap bekerja, melayani masyarakat dan memastikan seluruh penanganan bencana berjalan dengan baik. Untuk sementara, kami berkantor dan melakukan koordinasi dari Pos Tanggap Darurat BPBD," ujar Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.

Pemerintah daerah berfokus pada pendistribusian logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi puluhan ribu warga yang berada di tempat pengungsian.

“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah harus hadir bersama masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa sendiri menghadapi bencana ini,” katanya.

Sementara itu, pemerintah pusat sedang menyiapkan agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi bencana sembari memantau pemulihan jaringan listrik dan distribusi BBM di NTT.

"Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu," kata Mensesneg, Prasetyo Hadi.

Prasetyo menjelaskan bahwa kedatangan kepala negara membutuhkan kesiapan logistik dan sarana pendukung yang memadai di area bencana.

"Karena kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa," sambungnya.

Pemerintah memastikan bahwa koordinasi antarlembaga dan bantuan dari daerah lain terus mengalir untuk mempercepat proses pemulihan.

"Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor, ya, para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan dan kami juga mengapresiasi karena banyak pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," jelasnya.

Sektor energi yang sempat lumpuh di beberapa titik akibat kerusakan gardu induk kini mulai pulih secara bertahap.

"Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Awalnya banyak daerah yang kena itu mati lampu, sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan," kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Meskipun pasokan belum sepenuhnya pulih total, pimpinan BUMN terkait diterjunkan langsung untuk memastikan penanganan suplai energi di area terdampak berjalan cepat.

"Sudah barang tentu belum 100% karena gardu induknya itu sudah nyala tapi untuk suplai ke lokasinya itu yang membutuhkan beberapa waktu lagi sedikit. Tapi kita akan bekerja keras terus, Dirut Pertamina sama PLN kemarin masih berada di lokasi bencana dan kita sangat serius ya," ungkap Bahlil.

Di Pulau Palue yang berdekatan dengan pusat gempa, akses jalan utama masih tertutup material longsor dan warga bertahan di tenda darurat dengan bantuan terbatas.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed