Erling Haaland Tegaskan Manchester City Tetap Favorit Juara Tanpa Pep Guardiola

Smallest Font
Largest Font

Striker andalan Manchester City Erling Haaland menegaskan klubnya tetap menjadi favorit utama untuk meraih gelar juara di berbagai kompetisi masa depan meski tanpa kehadiran manajer Pep Guardiola pada musim depan.

Pernyataan optimistis tersebut disampaikan langsung oleh penyerang asal Norwegia itu dalam acara seremoni perpisahan klub yang berlangsung hari ini, Rabu, 27 Mei 2026 waktu setempat.

Erling Haaland menyatakan bahwa kepergian sang pelatih legendaris tidak akan menyurutkan ambisi besar skuad The Citizens untuk terus mendominasi kompetisi domestik maupun Eropa.

Kabar mengenai "manchester city tanpa pep" menjadi perbincangan hangat mengingat juru taktik asal Spanyol tersebut telah memberikan fondasi yang sangat kuat bagi klub selama satu dekade terakhir.

Manchester City saat ini harus bersiap menghadapi transisi besar setelah kepastian "pep guardiola pindah" dari kursi kepelatihan yang telah didudukinya selama 10 musim penuh.

Selama pengabdiannya, Guardiola tercatat sukses mempersembahkan total 20 gelar bergengsi untuk publik Etihad Stadium, termasuk di antaranya enam trofi Premier League dan satu trofi Liga Champions.

Namun, dalam dua musim terakhir, raksasa Manchester ini tercatat sudah absen meraih gelar juara Premier League, sebuah catatan yang memicu motivasi tambahan bagi skuad yang ada.

Erling Haaland mengakui situasi ini mendatangkan tantangan emosional yang besar bagi seluruh elemen tim, namun perjuangan memperebutkan gelar juara harus tetap berlanjut.

"Ini adalah musim yang penuh suka dan duka, tetapi kami akan terus berusaha dan berjuang untuk memenangkan trofi terbesar yang bisa kami raih," kata Erling Haaland.

Penyerang bertubuh jangkung itu menambahkan bahwa ambisi meraih kemenangan sudah mendarah daging di dalam skuad Manchester City, siapa pun yang memimpin tim dari pinggir lapangan.

"Itulah yang ingin kami menangkan dan kami berjuang untuk memenangkan semuanya lagi. Merupakan suatu kehormatan untuk bermain bersama Bernardo dan John, dan tentu saja untuk Pep. Ini merupakan perjalanan yang luar biasa, tetapi kami perlu terus berjuang dan berusaha bahkan tanpa mereka. Sekarang saatnya untuk merayakan mereka, dan mereka benar-benar legenda klub ini," ujar Haaland.
Pep Guardiola Pergi! Manchester City Jadi Klub Medioker Lagi? | Starting Eleven Story

Eksodus Staf dan Pilar Penting Klub

Gelombang kepergian di internal Manchester City tidak hanya melibatkan sang manajer, tetapi juga berdampak pada susunan tim kepelatihan dan beberapa pemain kunci.

Berdasarkan laporan dari media olahraga sport.detik.com, tercatat ada lima staf pelatih Manchester City yang dipastikan ikut hengkang menyusul pengunduran diri Pep Guardiola dari jabatannya.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar di kalangan pencinta sepak bola mengenai "siapa saja staf pelatih man city yang pergi" dan bagaimana struktur kepelatihan klub di bawah kendali manajer baru nantinya.

Kehilangan staf kepercayaan ini disinyalir menjadi bagian dari paket perpisahan manajemen lama yang ingin mencari tantangan baru di luar Premier League.

Berikut adalah rincian data pencapaian dan perubahan yang terjadi di kubu Manchester City hingga akhir musim ini:

Data Pencapaian Manchester City Era Pep Guardiola
Kategori InformasiJumlah / Keterangan
Durasi Melatih Pep Guardiola10 Musim
Total Gelar Juara yang Diraih20 Trofi
Trofi Premier League6 Gelar
Trofi Liga Champions1 Gelar
Staf Pelatih yang Ikut Hengkang5 Orang
Absen Juara Premier League2 Musim Terakhir

Selain staf kepelatihan, dinamika internal juga sempat diwarnai isu mengenai masa depan Bernardo Silva dan John Stones yang santer dikabarkan bakal menyusul langkah sang manajer.

Dalam acara seremoni perpisahan tersebut, Bernardo Silva bahkan sempat melemparkan pertanyaan terbuka yang memancing tawa kepada Pep Guardiola terkait masa depannya.

"Semua orang ingin tahu, saat ini, dengan siapa kamu berbicara?" tutur Bernardo Silva disambut riuh para hadirin.

Kilas Balik Transisi Kepelatihan

Kehilangan sosok pelatih visioner bukan pertama kalinya membayangi sejarah persaingan papan atas Liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai contoh, Mikel Arteta direkrut oleh klub Arsenal pada pertengahan musim 2019/2020 saat dirinya masih berstatus sebagai asisten pelatih resmi dari Pep Guardiola.

Di bawah asuhan Guardiola pula, Manchester City sempat melewati berbagai momen krusial termasuk saat mengalami kekalahan dari Arsenal di babak semifinal Piala FA pada musim 2019/2020 silam.

Pengalaman menghadapi pasang surut kompetisi tersebut dinilai menjadi modal berharga bagi para pemain senior City untuk membimbing tim melewati masa transisi krusial ini.

Hingga saat ini, manajemen Manchester City masih menutup rapat informasi mengenai "pelatih baru man city pengganti pep" yang akan menakhodai Erling Haaland dan kolega mulai musim panas mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed