Hansi Flick Siapkan Empat Formula Baru Lini Depan Barcelona

Smallest Font
Largest Font

Kepergian Robert Lewandowski sebagai agen bebas setelah mencetak 120 gol dalam empat musim memaksa Barcelona mencari skema baru. Manajer Hansi Flick kini harus meramu formula anyar di lini serang untuk mengarungi musim baru. Upaya mendatangkan penyerang top seperti Harry Kane atau Julian Alvarez belum membuahkan hasil.

Di sisi lain, Ferran Torres dikabarkan kian dekat dengan pintu kepindahan menuju PSG, seperti dilansir dari Bola. Situasi ini mendesak Flick memaksimalkan amunisi yang tersedia. Mantan pelatih timnas Jerman tersebut mematangkan tiga sistem tanpa penyerang murni serta satu opsi kejutan dari deretan pemain muda.

Anthony Gordon menjadi opsi paling realistis untuk dipasang sebagai ujung tombak. Pengalamannya bermain di posisi tersebut saat membela Newcastle membuat Gordon terbiasa mengeksploitasi ruang kosong di lini belakang lawan.

Dalam skema ini, Gordon didampingi Raphinha di sisi kiri dan Lamine Yamal di sisi kanan. Kehadiran Gordon bertugas menarik bek tengah lawan agar keluar dari posisinya. Pergerakan tersebut menciptakan celah bagi Raphinha dan Yamal untuk masuk ke area berbahaya. Sementara itu, Pedri, Gavi, atau Fermin Lopez bertugas mengendalikan tempo dari lini kedua.

Skema False Nine Lewat Dani Olmo dan Raphinha

Dani Olmo menjadi kandidat ideal untuk melakoni peran false nine. Kemampuannya turun menjemput bola ke lini tengah sekaligus menyelesaikan peluang menjadi keunggulan utama sang pemain. Saat Olmo turun membantu alur bola, para pemain sayap bisa langsung menusuk ke ruang yang ditinggalkan. Pergerakan ini memaksa bek lawan berada dalam situasi dilematis antara mengawal Olmo atau menjaga area pertahanan.

Selain Olmo, Raphinha juga memiliki profil yang cocok untuk mengisi peran false nine. Pemain asal Brasil ini dibekali pergerakan tanpa bola yang cerdik serta daya tekan tinggi terhadap garis pertahanan musuh. Jika Raphinha diplot sebagai penyerang tengah semu, Gordon dan Yamal dipasang di sektor sayap dengan instruksi melakukan pergerakan diagonal. Sistem ini memberikan kontrol bola lebih besar di area tengah tanpa mengorbankan lebar serangan.

Hamza Abdelkarim Sebagai Opsi Wildcard

Sebagai opsi alternatif, Flick membuka peluang memberikan menit bermain kepada pemain muda Hamza Abdelkarim. Penyerang muda ini menawarkan kecepatan, gaya main langsung, serta keunggulan duel udara.

Kehadiran Abdelkarim memberikan opsi penyerang murni berbeda dibanding tiga skema lainnya. Opsi ini dinilai cocok diterapkan saat Barcelona menghadapi tim dengan garis pertahanan lambat atau lawan yang rentan terhadap tekanan tinggi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed