Harga Batu Bara Newcastle Sentuh USD 141 Per Ton Pagi Ini
Harga batu bara hari ini menguat di pasar internasional pada perdagangan Rabu (3/6/2026) pagi seiring dengan meningkatnya permintaan komoditas energi termal di pasar global.
Berdasarkan data pasar acuan contract for differences atau CFD yang dilansir dari Trading Economics, harga batu bara bertengger di angka USD 141,30 per metrik ton per tanggal 2 Juni 2026 waktu setempat. Angka tersebut mencatat kenaikan sebesar 0,71 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Kenaikan ini membawa kontrak berjangka batu bara termal bergerak di atas USD 140 per ton, yang sekaligus menandai level tertinggi komoditas tersebut dalam sembilan minggu terakhir.
Dalam pelacakan tren pasar yang lebih luas, komoditas energi ini telah menunjukkan performa positif dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Harga batu bara tercatat naik 4,24 persen selama sebulan terakhir dan melonjak 34,12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Kenaikan harga ini dipicu oleh berbagai sentimen global, termasuk spekulasi pasar mengenai kelancaran pasokan energi serta dinamika geopolitik. Pertanyaan publik seperti "kenapa harga batu bara naik" kini terjawab oleh ketatnya pasokan komoditas termal global di tengah tingginya permintaan dari negara-negara konsumen utama.
Isu mengenai "pengaruh penutupan selat hormuz pada energi" juga sempat menjadi perhatian pelaku pasar karena potensi dampaknya terhadap rute pasokan minyak dunia, yang secara tidak langsung mengalihkan fokus sebagian pelaku industri ke komoditas energi alternatif seperti batu bara.
Sebagai bagian dari pembanding historis kebijakan domestik di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM sebelumnya mencatat dinamika pada Harga Batubara Acuan atau HBA. Pada periode pertama bulan Juli 2025, pemerintah sempat menetapkan HBA sebesar USD 107,35 per ton untuk spesifikasi kesetaraan kalor tinggi.
Rincian Nilai Acuan Historis
Data historis dari ESDM menunjukkan bahwa penetapan nilai acuan sangat bergantung pada kualitas kalori yang dihasilkan oleh para produsen batu bara terbesar dunia. Berikut adalah rincian empat jenis nilai HBA yang sempat berlaku pada periode Juli tahun lalu sebagai referensi volatilitas harga:
- HBA dengan kesetaraan 6.322 kcal per kg GAR ditetapkan sebesar USD 107,35 per ton.
- HBA I dengan kesetaraan 5.300 kcal per kg GAR ditetapkan sebesar USD 71,50 per ton.
- HBA II dengan kesetaraan 4.100 kcal per kg GAR ditetapkan sebesar USD 49,78 per ton.
- HBA III dengan kesetaraan 3.400 kcal per kg GAR ditetapkan sebesar USD 35,87 per ton.
Rentang sampel transaksi penjualan batu bara untuk spesifikasi kesetaraan HBA utama tersebut berada pada angka 6.100 hingga 6.500 kcal per kg GAR. Perbandingan year on year pada periode tersebut menunjukkan penurunan sebesar 17,70 persen dibanding Juli 2024 yang mencapai USD 130,44 per ton.
Perbandingan Harga dan Indikator Pasar
Untuk melihat gambaran menyeluruh mengenai posisi harga komoditas energi saat ini dibandingkan dengan pergerakan sebelumnya, data berikut merangkum indikator harga batubara acuan terkini dan historis:
| Indikator Pasar / Jenis Acuan | Harga Terkini (Juni 2026) | Harga Historis (Juli 2025) | Perubahan Persentase (%) |
|---|---|---|---|
| Kontrak Berjangka Newcastle (CFD) | USD 141,30 | – | +0,71% (Harian) |
| HBA Utama (6.322 kcal/kg GAR) | – | USD 107,35 | +8,86% (Bulanan) |
| HBA I (5.300 kcal/kg GAR) | – | USD 71,50 | -5,47% (Bulanan) |
| HBA II (4.100 kcal/kg GAR) | – | USD 49,78 | -0,94% (Bulanan) |
| HBA III (3.400 kcal/kg GAR) | – | USD 35,87 | -0,75% (Bulanan) |
Para pelaku industri pertambangan dalam negeri terus memantau pergerakan grafik harga batu bara newcastle ini sebagai acuan menentukan strategi penjualan. Fluktuasi harga internasional secara langsung memengaruhi nilai pendapatan ekspor bagi emiten tambang besar di Indonesia.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Hingga saat ini, pergerakan indeks harga luar negeri masih menjadi sentimen utama yang menggerakkan nilai jual komoditas tambang di pasar spot maupun kontrak berjangka regional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow