Harga Bitcoin Hari Ini Amblas ke Kisaran Rp976 Juta Akibat Gelombang Likuidasi

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin amblas ke kisaran 59.762,18 dolar AS atau sekitar Rp976 juta per koin pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Penurunan tajam ini memperpanjang tren negatif pasar kripto setelah gelombang likuidasi besar-besaran melanda posisi berjangka para investor.

Berdasarkan data real-time dari CoinGecko, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mencatat penurunan sebesar 4,09 persen dalam 24 jam terakhir. Koreksi ini membuat performa mingguan dan bulanan Bitcoin kian memburuk di tengah tekanan jual yang masif.

Penurunan harga hari ini semakin menjauhkan Bitcoin dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) yang pernah disentuh pada 6 Oktober 2025. Saat itu, satu koin Bitcoin dihargai sebesar 126.080 dolar AS atau setara dengan Rp2,09 triliun berdasarkan catatan historis.

"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."

Penyebab Utama Pasar Kripto Memerah

Penurunan tajam yang terjadi hari ini utamanya dipicu oleh kaskade likuidasi posisi long di pasar berjangka yang mencapai nilai fantastis. Tekanan jual yang tinggi di platform perdagangan global membuat harga tidak mampu bertahan di level psikologisnya.

Gelombang Likuidasi Masif

Menurut data dari Tokocrypto, kejatuhan harga Bitcoin hingga di bawah level 60.000 dolar AS telah memicu likuidasi posisi long senilai 869 juta dolar AS. Hal ini menciptakan efek bola salju yang memaksa penutupan posisi perdagangan secara otomatis di berbagai bursa.

Koreksi Mendalam dari Puncak Performa

Sebelum ambles ke level saat ini, harga Bitcoin per akhir Mei 2026 sebenarnya sempat bertahan di kisaran 76.000 hingga 77.000 dolar AS atau sekitar Rp1,2 miliar. Namun memasuki bulan Juni, tekanan pasar membuat harganya terkoreksi sekitar 38 hingga 40 persen dari titik puncaknya.

Kaskade Likuidasi Sedang Dimuat! Prediksi Harga BTC Hari Ini | BitcoinHyper

Statistik Jaringan dan Performa Historis Bitcoin

Meskipun sedang mengalami tekanan harga yang hebat, kapitalisasi pasar Bitcoin terpantau masih bertahan di angka 1.198,08 miliar dolar AS atau setara dengan Rp21.466,17 triliun. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir juga tercatat sangat cair, yakni mencapai 39,25 miliar dolar AS atau sekitar Rp677,76 triliun.

Dari sisi fundamental jaringan, pasokan beredar (circulating supply) Bitcoin saat ini sudah mencapai 20.047.500 BTC, atau sekitar 96 persen dari total pasokan. Angka pasokan beredar ini telah meningkat signifikan dibandingkan periode Oktober 2020 yang kala itu baru berada di kisaran 85 persen.

Untuk melihat rincian penyusutan nilai Bitcoin dalam berbagai rentang waktu secara lebih terstruktur, berikut adalah data performa historis penurunan harga yang dihimpun dari CoinGecko dan Binance:

Berikut adalah tabel performa historis penurunan harga Bitcoin:

Periode WaktuPersentase Perubahan Harga
24 Jam Terakhir-4,09%
30 Hari Terakhir-22,75%
60 Hari Terakhir-22,70%
90 Hari Terakhir-12,86%
1 Tahun Terakhir-40,76%

Dengan total pasokan maksimum yang dibatasi secara ketat hanya sebesar 21.000.000 BTC, Bitcoin tetap mempertahankan sifat kelangkaannya meskipun harganya fluktuatif. Saat ini, total kepemilikan kas (total treasury holding) oleh institusi global tercatat berada di angka 1.899.138 BTC dengan imbal hasil (yield) jaringan mencapai 1 persen APY.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih mencermati pergerakan harga untuk menentukan titik balik maupun strategi akumulasi kembali di tengah kondisi pasar yang sedang jenuh jual.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed