Harga Bitcoin Stagnan di Level USD64 Ribu Ketatnya Regulasi AS

Smallest Font
Largest Font

Pasar aset digital global tertahan di kisaran level 64.000 dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga acuan The Fed dan pembahasan rancangan undang-undang CLARITY Act di Amerika Serikat pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Data CoinMarketCap mencatat Bitcoin hanya menguat 0,99 persen dalam 24 jam terakhir ke level 64.226,3 dolar AS. Sikap wait and see investor global turut diperberat oleh insiden peretasan cold wallet Coinkite yang menyebabkan kerugian sebesar 90 juta dolar AS.

Tekanan pasar bertambah setelah pemegang Bitcoin korporasi terbesar, Strategy, melepas 1.683 Bitcoin senilai 104,7 juta dolar AS pekan lalu. Penjualan ini merupakan aksi ketiga perusahaan setelah melaporkan kerugian kuartal II akibat harga akuisisi rata-rata sebesar 75.419 dolar AS per Bitcoin berada di atas harga pasar.

Sikap hati-hati investor memicu pergeseran tren perdagangan ke aset dengan likuiditas tinggi seperti USDT, Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Kondisi tersebut disampaikan oleh pimpinan eksekutif platform perdagangan aset digital lokal.

"Pelaku pasar saat ini masih menunggu kepastian dari berbagai faktor global, termasuk arah kebijakan suku bunga dan perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Dalam kondisi seperti ini, investor umumnya lebih mengutamakan pengelolaan risiko dan memilih aset dengan likuiditas yang kuat," kata Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Di tingkat domestik, Otoritas Jasa Keuangan tengah menyusun Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto 2026–2031 untuk memperkuat fondasi industri nasional. Kerangka kerja ini mencakup regulasi tokenisasi aset, stablecoin, transaksi Over-the-Counter, hingga Single Investor Identifier.

"Kami melihat penguatan regulasi di Indonesia menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset digital dalam jangka panjang. Kepastian regulasi akan mendorong inovasi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem aset digital nasional," kata Ryan Lymn.

Di sisi lain, perkembangan industri kripto global diwarnai oleh langkah BlackRock yang meluncurkan dana berbasis token di jaringan blockchain Ethereum melalui kerja sama dengan unit Kinexys milik JPMorgan. Sementara itu, mayoritas aset altcoin bergerak bervariasi dengan Ether naik 0,5 persen ke posisi 1.872,85 dolar AS dan XRP melemah 0,3 persen menjadi 1,0770 dolar AS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed