Harga Bitcoin Mengalami Koreksi Usai Menyentuh Level 81.000 Dolar AS

Smallest Font
Largest Font

Pasar aset kripto memasuki fase konsolidasi setelah Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di atas 81.000 dolar AS dalam sepekan terakhir. Pada Rabu (26/8/2026) pukul 14.00 WIB, harga Bitcoin terpantau berada di kisaran 78.700 hingga 78.879 dolar AS akibat aksi ambil untung para pelaku pasar.

Koreksi harian sebesar 1,02 persen hingga 2,03 persen ini dinilai wajar oleh analis pasar setelah reli pesat dari kisaran 64.000 dolar AS. Meskipun melemah secara harian, Bitcoin masih membukukan kenaikan mingguan yang signifikan di atas 22 persen. Di sisi lain, Ethereum diperdagangkan pada level 2.455,32 dolar AS atau terkoreksi 1,47 persen harian dengan pertumbuhan mingguan sebesar 28,34 persen.

Sektor altcoin mayoritas mengekor pelemahan Bitcoin. XRP turun 4,01 persen ke level 1,44 dolar AS dan Solana terkoreksi 3,26 persen ke posisi 96,97 dolar AS. Namun, Hyperliquid mencatatkan anomali dengan menguat 1,95 persen ke level 81,22 dolar AS yang didorong oleh tingginya minat investor pasca-pertemuan Crypto Summit.

Penguatan pasar kripto dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh kejelasan regulasi di Amerika Serikat melalui Cryptocurrency Legal Clarity Act (CLARITY Act). Rancangan undang-undang yang didukung Presiden Donald Trump ini bertujuan membagi kewenangan pengawasan secara jelas antara SEC dan CFTC.

Dinamika regulasi tersebut menjadi perhatian utama para pelaku industri dalam membentuk arah pergerakan aset digital ke depan.

"Penguatan Bitcoin menunjukkan sentimen pasar dapat berubah dengan cepat ketika muncul perkembangan positif terkait regulasi. Namun, investor tetap perlu melihat kondisi pasar secara menyeluruh karena volatilitas aset kripto masih cukup tinggi," ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime.

Perkembangan pasar kripto pada semester II-2026 diperkirakan masih dibayangi oleh kebijakan suku bunga The Fed, inflasi, serta kondisi geopolitik global. Pelaku pasar disarankan menerapkan strategi dollar-cost averaging dan membatasi porsi portofolio Bitcoin maksimal 70 persen untuk menjaga likuiditas tunai.

"Dalam kondisi seperti sekarang, investor perlu melihat penguatan Bitcoin bukan hanya dari pergerakan harga, tetapi juga dari faktor yang mendasarinya. Kebijakan moneter, kondisi ekonomi global, dan perkembangan regulasi masih dapat mengubah sentimen pasar dengan cepat," kata Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime.

Penggunaan fitur perdagangan berjangka seperti Bittime Futures yang mendukung posisi Long dan Short juga diimbangi dengan imbauan manajemen risiko yang ketat mengingat tingginya potensi risiko dari penggunaan leverage.

"Investor pun perlu mencermati perkembangan tersebut secara menyeluruh, seiring pasar aset digital yang semakin terhubung dengan dinamika pasar keuangan global," kata Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed