Harga Emas Dunia Meningkat Saat Dollar AS dan Minyak Melemah
Nilai komoditas emas di pasar spot dunia mencatat peningkatan sebesar 0,7 persen ke angka 4.464,69 dollar AS per troy ons pada perdagangan hari Kamis (4/6/2026) pukul 04.08 GMT. Lonjakan ini dipicu oleh penurunan indeks dollar Amerika Serikat serta merosotnya harga minyak mentah di tengah perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Mengutip laporan dari Reuters, penguatan juga dialami oleh kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus yang mengkat sebesar 0,6 persen menuju posisi 4.491,70 dollar AS per troy ons. Pelemahan mata uang dollar AS membuat investasi pada logam mulia menjadi lebih murah bagi para pemilik dana yang menggunakan mata uang lainnya.
Sentimen positif di pasar global turut terdongkrak setelah adanya pengumuman dari pemerintah AS terkait kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS yang didominasi Partai Republik meloloskan resolusi guna menghentikan keterlibatan Presiden Donald Trump dalam konflik dengan Iran setelah ketegangan berlangsung selama tiga bulan.
Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer menjelaskan bahwa arah pergerakan komoditas ini masih sangat bergantung pada fluktuasi nilai mata uang AS dan harga minyak bumi.
"Emas cenderung bergerak naik ketika harga minyak dan dollar melemah. Karena itu, keberlanjutan penguatannya masih bergantung pada perkembangan positif terkait hubungan AS dan Iran," ujar Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade.
Di sisi lain, otoritas moneter AS menegaskan bahwa dampak konflik di Timur Tengah terhadap pergerakan inflasi diperkirakan hanya bersifat sementara.
"belum melihat alasan bagi bank sentral AS untuk mengubah tingkat suku bunga jangka pendek saat ini." kata John Williams, Presiden The Fed Bank New York.
Kebijakan pengetatan moneter dari bank sentral dilaporkan masih membayangi pelaku pasar komoditas karena suku bunga yang tinggi berpotensi menekan daya tarik aset yang tidak menghasilkan imbal hasil tetap seperti logam mulia.
Meskipun demikian, pengamat pasar melihat bahwa ruang penguatan bagi komoditas ini masih terbuka dalam jangka panjang walau akan menghadapi fase penyesuaian.
"I do not think the gold bullish trend is over. But the market will likely go through a period of adjustment before pushing higher," ujar Matt Simpson, Senior Analyst StoneX.
Berdasarkan analisis teknikal harian yang dilansir Bloomberg News, pergerakan harga emas berpeluang menguji titik pivot pada level US$ 4.493 per troy ons dengan target resisten lanjutan di kisaran US$ 4.503 hingga US$ 4.506 per troy ons. Jika tren berbalik turun, area support terdekat diproyeksikan berada pada posisi US$ 4.467 per troy ons.
Namun, ketidakpastian mengenai kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai masih membuat sebagian pelaku pasar bersikap waspada.
"Ekspektasi soal kecepatan AS-Iran masih cair. Berbagai serangan terbaru dan pernyataan yang bertolak belakang mencerminkan bahwa ada hal-hal yang belum terselesaikan," tegas Jason Pride dan Michael Reynolds, analis dari Glenmede.
Kenaikan harga pada perdagangan Kamis tidak hanya dialami emas, melainkan juga melanda komoditas logam mulia lainnya di pasar spot. Harga perak bertambah 1 persen menjadi 73,44 dollar AS, platinum melesat 1 persen ke level 1.878,50 dollar AS, dan paladium terangkat 0,6 persen menuju posisi 1.309,68 dollar AS per troy ons.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow