Harga Ethereum Naik Tipis ke Rp35.124.702 pada 28 Juli 2026
Harga Ethereum pada Selasa, 28 Juli 2026, bergerak naik tipis. Berdasarkan data dalam Rupiah, nilainya tercatat Rp35.124.702, naik 1,7% sejak kemarin dan 2,5% lebih tinggi dibanding 7 hari lalu.
Di pasar kripto global pada periode yang sama, Ethereum berada di kisaran sekitar $2.510,99 dengan volume perdagangan 24 jam sekitar $17,58 miliar. Aktivitas pasar mencatat 54% pembelian dan 46% penjualan, dengan rata-rata waktu memegang aset sekitar 103 hari.
Dari sisi valuasi, kapitalisasi pasar Ethereum sekitar Rp4.212,45 triliun dan volume perdagangan 24 jam sekitar Rp236,9 triliun, sementara suplai yang beredar tercatat sekitar 120,7 juta ETH.
Per 28 Juli 2026, kenaikan harga Ethereum tercermin pada perbandingan harian. Ethereum naik 1,7% dari kemarin, menandakan tekanan beli masih lebih dominan ketimbang penjualan pada jam-jam perdagangan terakhir.
Lonjakan mingguan juga tampak pada data 7 hari terakhir. Ethereum menguat 2,5% dibanding periode yang sama sepekan lalu, sehingga pergerakan hari ini sejalan dengan tren yang lebih luas.
Untuk konteks likuiditas, volume harian menggambarkan intensitas transaksi. Secara global, volume 24 jam sekitar $17,58 miliar, sedangkan dalam Rupiah sekitar Rp236,9 triliun pada estimasi yang dilaporkan oleh penyedia data harga.
Ethereum, Teknologi di Balik Pergerakan
Bagi pembaca yang mencari "harga ethereum hari ini", pemahaman dasar tentang ekosistemnya juga relevan. Ethereum adalah sistem blockchain sumber terbuka terdesentralisasi yang menggunakan mata uang kripto Ether (ETH) untuk berbagai aktivitas jaringan.
Dari sisi sejarah, Ethereum diperkenalkan dalam whitepaper oleh Vitalik Buterin pada 2013 dan diluncurkan secara resmi pada 30 Juli 2015 setelah didanai lewat crowdsale publik pada musim panas 2014. Implementasi teknis awal Ethereum dikodekan oleh Gavin Wood dalam bahasa C++, sekaligus mengusulkan bahasa pemrograman Solidity.
Ethereum juga dikenal sebagai platform blockchain yang dapat diprogram (Turing-complete), sehingga memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar (smart contracts). Lingkungan eksekusinya, Ethereum Virtual Machine (EVM), memproses kontrak pintar agar kode berjalan tanpa pengawasan pusat.
Ethereum Proof of Stake Apa
Pertanyaan "ethereum proof of stake apa" sering muncul karena mekanisme konsensusnya menjadi sorotan pasar. Upgrade besar yang dikenal sebagai The Merge dilakukan pada 2022 dan mengubah konsensus dari Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS) untuk meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan keberlanjutan.
"The Merge adalah upgrade besar Ethereum pada 2022 yang mengubah mekanisme konsensus dari Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS) untuk meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan keberlanjutan."
Kegunaan Ethereum untuk Apa Saja
Ketika orang menelusuri "ethereum untuk apa saja digunakan", jawaban utamanya berkaitan dengan fungsi platform: Ethereum dipakai untuk menjalankan kontrak pintar dan mendukung dApps. Dengan begitu, berbagai aplikasi dapat beroperasi di atas jaringan tanpa perlu otoritas pusat mengendalikan eksekusi.
Di pasar, aktivitas perdagangan juga tercermin dalam komposisi transaksi. Data menunjukkan 54% pembelian dan 46% penjualan, sementara rata-rata waktu memegang aset sekitar 103 hari memberi gambaran adanya partisipasi yang tidak semata-mata bersifat sangat jangka pendek.
Berikut ringkasan angka kunci Ethereum pada 28 Juli 2026 untuk memudahkan pembaca:
| Indikator | Nilai (Rupiah/Global) | Sumber |
|---|---|---|
| Harga Ethereum | Rp35.124.702 | Coingecko |
| Kenaikan dari kemarin | 1,7% | Coingecko |
| Kenaikan dari 7 hari lalu | 2,5% | Coingecko |
| Harga global | $2.510,99 | Investing.com |
| Volume perdagangan 24 jam (global) | $17,58 miliar | Investing.com |
| Kapitalisasi pasar | Rp4.212,45 triliun | CoinDesk |
| Volume perdagangan 24 jam (Rupiah) | Rp236,9 triliun | CoinDesk |
| Suplai beredar | 120,7 juta ETH | Investing.com |
Siapa Penemu Ethereum dan Kenapa Ini Relevan
Untuk latar teknologi, banyak pembaca juga menanyakan "siapa penemu ethereum". Ethereum pertama kali dipublikasikan lewat whitepaper oleh Vitalik Buterin pada 2013, dan implementasi awalnya ditangani oleh Gavin Wood yang mengkodekan komponen teknis pertama serta memperkenalkan gagasan bahasa Solidity.
Di tengah pergerakan harga, pemahaman tentang dasar sistem—dari nilai ETH sebagai aset jaringan hingga fungsi kontrak pintar di EVM—membantu membaca mengapa aktivitas pasar bisa merespons perkembangan ekosistem.
Pelaku pasar biasanya memantau kombinasi harga, volume, serta metrik aktivitas transaksi karena semuanya ikut menentukan arus likuiditas harian Ethereum.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow