Harga Kopi Arabika Turun Menjadi 276,61 USd per Lbs pada Jumat 26 Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga kontrak berjangka kopi Arabika mengalami penurunan tipis ke level 276,61 USd per Lbs pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026 pagi. Angka tersebut menunjukkan koreksi sebesar 0,21 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.

Pergerakan ini terjadi setelah komoditas tersebut sempat menyentuh level puncaknya pada pertengahan Mei 2026. Meskipun mengalami penurunan harian, performa harga kopi dalam satu bulan terakhir tercatat masih mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen.

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga kopi saat ini masih 10,17 persen lebih rendah. Berdasarkan data historis periode 1972 hingga 2026, harga tertinggi sepanjang masa untuk komoditas kopi berada di level 440,85 pada Februari 2025.

Harga Kopi Naik Lagi Malam Ini | Kampung Story

Perkembangan Pasar Arabika dan Robusta

Kontrak berjangka kopi Arabika diperdagangkan di sekitar 2,70 dolar AS per pon setelah mengalami konsolidasi di bawah level tertinggi enam minggunya. Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, kontrak Arabika untuk pengiriman September turun 0,80 atau melorot 0,29 persen. Sementara itu, kondisi berbeda ditunjukkan oleh kontrak berjangka kopi Robusta untuk pengiriman September.

Komoditas ini ditutup naik tajam sebesar 57 poin atau menguat 1,58 persen, sekaligus menyentuh level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Di platform live chart, harga komoditas kopi Arabika sempat tercatat bertengger pada posisi sebesar 275,1500 dolar AS. Proyeksi pasar memperkirakan kopi akan diperdagangkan pada level 264,92 USd per Lbs pada akhir kuartal ini dan berpotensi turun ke 235,04 dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

Fluktuasi harga komoditas ini tidak lepas dari dinamika produksi di negara-negara produsen utama dunia. Kopi Arabika saat ini masih mendominasi dengan menyumbang 75 persen dari total produksi dunia, di mana Brasil memegang kendali atas 40 persen pasokan global disusul oleh Kolombia.

Untuk varietas Robusta, kontribusinya mencapai 25 persen dari produksi dunia dengan Vietnam sebagai produsen utama yang menguasai 15 persen pasokan global, diikuti oleh Indonesia. Eksportir utama komoditas global lainnya meliputi Peru, India, Uganda, Ethiopia, Meksiko, dan Pantai Gading. Hambatan pasokan dari Brasil disinyalir menjadi salah satu faktor penahan kejatuhan harga lebih dalam. Hingga pertengahan Juni, aktivitas panen kopi di Brasil untuk musim 2026/27 baru mencapai 39 persen dari total area tanam, berada di bawah capaian tahun lalu yang menyentuh 43 persen dan rata-rata lima tahun di angka 40 persen.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Rincian Pergerakan Harga Kopi Berjangka

Berikut adalah tabel ringkasan mengenai pergerakan dan proyeksi harga kopi berjangka berdasarkan data pasar terkini:

Tabel Pergerakan dan Proyeksi Harga Kopi Juni 2026
Instrumen KopiPosisi Harga ResmiPerubahan HarianProyeksi Akhir Kuartal
Arabika Berjangka (25 Juni)276,61 USd/Lbs-0,21%264,92 USd/Lbs
Arabika September$2,70/pon-0,29%
Robusta September+1,58%

Secara umum, pelaku pasar masih terus mencermati perkembangan cuaca dan laju kecepatan panen di Amerika Selatan. Keterlambatan panen di Brasil diprediksi akan terus memengaruhi volume pasokan yang masuk ke gudang bursa berjangka global dalam beberapa pekan mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed