Harga Kopi Arabika Turun Menjadi 337 Dollar AS per Kilogram

Smallest Font
Largest Font

Harga kopi dunia mencatatkan penurunan tipis pada perdagangan Sabtu, 11 Juli 2026, setelah sempat mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data pasar komoditas terbaru, harga kopi kini bertengger di level 337,71 USD per kilogram atau mengalami koreksi sebesar 2,93 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Koreksi harga ini terjadi di tengah fluktuasi kontrak berjangka komoditas yang bergerak dinamis pada penutupan pekan ini. Kendati mengalami penurunan harian, tren harga kopi secara umum masih menunjukkan performa yang cukup kuat dalam perbandingan berkala.

Penurunan nilai komoditas ini dipicu oleh pergerakan pada dua jenis kopi utama yang diperdagangkan di bursa internasional, yaitu Arabika dan Robusta. Pada penutupan perdagangan hari Jumat waktu setempat, kontrak kopi Arabika untuk pengiriman September ditutup melemah sebesar 13,65 poin atau turun sekitar 3,92 persen. Komoditas Arabika sendiri selama ini berfluktuasi cukup ketat pada rentang antara 3,20 hingga 3,50 USD per pon.

Penurunan Signifikan Kopi Robusta

Kondisi serupa juga membayangi perdagangan kopi Robusta di pasar internasional. Kontrak kopi Robusta untuk pengiriman September ditutup merosot tajam sebesar 191 poin atau melemah 4,72 persen pada akhir pekan ini.

Aktivitas Dana Komoditas Global

Meskipun terjadi penurunan harga harian, minat pelaku pasar terhadap komoditas ini sebenarnya masih tergolong tinggi. Menurut laporan pasar komoditas, dana komoditas atau funds terpantau meningkatkan posisi net-long mereka pada kopi Robusta sebanyak 5.607 posisi. Langkah tersebut membuat total posisi net-long mencapai 44.195 posisi pada pekan yang berakhir 7 Juli 2026, sekaligus mencatatkan angka tertinggi dalam kurun waktu lebih dari dua tahun terakhir.

Harga kopi hari ini naik lagi | Adi sutardi Channel

Perbandingan Performa Historis dan Proyeksi Harga

Jika menilik pergerakan jangka panjang, harga kopi saat ini masih berada dalam posisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pasar mencatat adanya kenaikan harga sebesar 17,02 persen secara tahunan atau year-on-year.

Bahkan dalam kurun waktu sebulan terakhir, komoditas ini telah membukukan lonjakan harga yang sangat masif, yaitu sebesar 34,95 persen. Kenaikan tersebut sempat diwarnai oleh pertumbuhan harga sekitar 16 persen hanya dalam satu minggu, yang menjadi lompatan terbesar sejak tahun 2000 sekaligus menembus angka di atas 3,50 USD per pon untuk pertama kalinya sejak Januari lalu.

Secara historis dalam periode panjang dari tahun 1972 hingga 2026, harga kopi dunia pernah menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada angka 440,85 yang terjadi pada bulan Februari 2025. Sebaliknya, titik terendah dalam sejarah perdagangan komoditas ini berada pada angka 41,50.

Berdasarkan model makroekonomi serta ekspektasi para analis di platform Trading Economics, harga kopi diproyeksikan akan diperdagangkan di angka 326,64 USD per kilogram pada akhir kuartal ini. Sementara itu, dalam jangka waktu 12 bulan ke depan, nilai komoditas ini diperkirakan akan bergerak menuju tingkat 358,16 USD.

Dampak Pasokan pada Industri Kopi Global

Pergerakan harga kopi global ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan dari negara-negara produsen utama. Kopi jenis Arabika memegang peranan krusial karena menyumbang sekitar 75 persen dari total produksi kopi di seluruh dunia. Distribusi komoditas ini berpusat di beberapa wilayah utama, dengan Brasil sebagai produsen terbesar yang memasok 40 persen kebutuhan dunia, disusul oleh Kolombia sebagai salah satu produsen utama lainnya.

Berikut adalah ringkasan data performa harga komoditas kopi dunia berdasarkan catatan pasar terbaru:

Tabel Performa dan Proyeksi Harga Kopi Global 2026
Indikator PasarNilai / Persentase
Harga Terkini (10 Juli 2026)337,71 USD/Kg
Perubahan Harian-2,93%
Perubahan Bulanan+34,95%
Perubahan Tahunan+17,02%
Proyeksi Akhir Kuartal326,64 USD/Kg
Proyeksi 12 Bulan ke Depan358,16 USD/Kg
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga penutupan perdagangan pekan ini, para pelaku industri dan petani kopi terus mencermati pergerakan teknis di bursa berjangka. Dinamika harga komoditas global ini diprediksi akan terus memengaruhi margin keuntungan operasional para eksportir dan rantai pasok kedai kopi di berbagai negara pada pekan mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed