Harga Minyak Dunia Berfluktuasi Sentuh 78 Dolar per Barel Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak mentah dunia jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) kembali mengalami fluktuasi tajam di pasar komoditas global pada Kamis (18/6/2026) pagi. Pergerakan harga ini dipicu langsung oleh perkembangan geopolitik terbaru di Timur Tengah, khususnya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai ketegangan dengan Iran, yang membalikkan tren penurunan drastis pada awal pekan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Trading Economics, pergerakan pada hari Rabu menunjukkan minyak mentah berjangka naik lebih dari 1,5 persen hingga menembus level 77 dolar AS per barel. Peningkatan serupa juga dialami oleh patokan minyak mentah Brent yang mencatatkan kenaikan lebih dari 1 persen hingga mendekati level 80 dolar AS per barel merespons dinamika diplomatik tersebut.

Harga komoditas energi di pasar global dapat berfluktuasi secara ekstrem sewaktu-waktu. Informasi ini bukan saran investasi atau perdagangan. Konsultasikan dengan penasihat keuangan dan pantau informasi harga resmi dari lembaga berwenang sebelum mengambil keputusan finansial.

Dinamika Penurunan Tajam Awal Pekan

Sebelum mengalami fluktuasi naik akibat sentimen positif geopolitik, pasar minyak dunia sempat tertekan hebat. Menurut laporan Seputar Forex, pada perdagangan hari Selasa, minyak mentah Brent sempat anjlok hingga 5,1 persen atau turun 4,21 dolar AS menjadi 78,96 dolar AS per barel. Sementara itu, bahan bakar minyak jenis WTI Amerika Serikat merosot lebih dalam sebesar 5,8 persen atau turun 4,70 dolar AS menjadi 76,05 dolar AS per barel.

Tren pelemahan ini terkonfirmasi dari catatan penutupan harian sebelumnya. Minyak mentah tercatat turun menjadi 76,52 dolar AS per barel pada 16 Juni 2026. Angka tersebut mewakili penyusutan 5,24 persen dari hari sebelumnya dan merosot 26,69 persen dalam sebulan terakhir. Namun demikian, level harga ini masih tercatat 4,43 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Harga minyak anjlok setelah Trump mengatakan kesepakatan Iran sudah ditandatangani | Tempodotco

Perbandingan Harga Historis dan Kondisi Pra-Konflik

Pelemahan patokan minyak mentah Brent juga berlanjut hingga Rabu (17/6/2026) di mana harganya sempat berada di level 78,59 dolar AS per barel sebelum adanya lonjakan. Posisi ini mengonfirmasi penurunan 29,89 persen secara bulanan, kendati secara perbandingan tahunan harga masih menguat tipis sebesar 2,46 persen.

Sebagai perbandingan, dilansir dari data historis pasar, harga komoditas energi ini telah bergerak jauh dari posisi sebelum eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran pada akhir Februari lalu. Pada tanggal 28 Februari, harga minyak mentah Brent masih berada di level 72,48 dolar AS per barel, dan WTI berada di posisi 67,02 dolar AS per barel.

  • Penurunan Bulanan Terbesar: Minyak mentah Brent mencatatkan penurunan hampir 30 persen dalam satu bulan terakhir akibat pelemahan sentimen pasar.
  • Kenaikan Tahunan: Meski anjlok secara bulanan, perbandingan kinerja harga tahunan baik WTI maupun Brent masih menunjukkan pertumbuhan positif.
  • Rekor Sepanjang Masa: Minyak mentah WTI pernah mencetak rekor fantastis di level 410,45 dolar AS per barel pada Desember 2025, sedangkan Brent mencapai rekor 147,50 dolar AS per barel pada Juli 2008.

Proyeksi Harga dan Surplus Pasokan Global

Meskipun volatilitas jangka pendek sangat dipengaruhi oleh sentimen dari ranah geopolitik, para analis pasar telah menyusun estimasi pergerakan harga fundamental untuk beberapa kuartal ke depan. Berdasarkan data permodelan makro global terbaru, pasar memprediksi harga minyak akan kembali menemukan titik resistensi baru seiring dengan fluktuasi permintaan industri.

Estimasi Kuartalan dan Tahunan

Model proyeksi pasar internasional mengindikasikan bahwa minyak mentah WTI diperkirakan akan menyentuh harga 85,57 dolar AS per barel pada akhir kuartal ini, dan berpotensi naik hingga 100,45 dolar AS per barel dalam kurun waktu dua belas bulan ke depan. Pola penguatan serupa juga diproyeksikan untuk harga minyak mentah jenis Brent.

Indikator Pasar MinyakHarga Terendah Selasa (WTI) / Rabu (Brent)Estimasi Akhir KuartalProyeksi 12 Bulan Kedepan
Minyak Mentah (WTI)76,05 USD/Bbl85,57 USD/Bbl100,45 USD/Bbl
Minyak Mentah Brent78,59 USD/Bbl87,96 USD/Bbl101,54 USD/Bbl

Dalam jangka panjang, dinamika harga masa depan akan sangat dipengaruhi oleh proyeksi ketidakseimbangan antara pasokan dan serapan global. Badan Energi Internasional (IEA) telah mengeluarkan laporan rilis mengenai lanskap pasar minyak untuk tahun 2027 mendatang. Berdasarkan laporan IEA, pasokan bahan bakar minyak global secara keseluruhan diproyeksikan akan meningkat pesat sebesar 8 juta barel per hari.

Peningkatan kapasitas produksi kilang tersebut diprediksi tidak akan dapat diimbangi oleh konsumsi pasar. Laporan IEA menyebutkan bahwa permintaan energi diproyeksikan hanya akan tumbuh sangat lambat, yakni di kisaran 2 juta barel per hari pada periode yang sama. Kondisi ketimpangan struktural ini diperkirakan akan segera menciptakan surplus pasokan yang signifikan di pasar internasional dan terus memberikan tekanan fundamental terhadap posisi harga komoditas energi dunia di masa mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed