Harga Minyak Dunia Melonjak hingga Tembus USD108 per Barel Hari Ini
Harga minyak dunia terbaru melonjak tajam pada perdagangan Kamis (10/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026) setelah produksi minyak mentah Arab Saudi mengalami penurunan signifikan ke level terendah dalam beberapa dekade. Kenaikan harga komoditas energi ini langsung memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan pasokan energi global di pasar internasional.
Berdasarkan data perdagangan komoditas pasar global pada 10 September 2026, harga minyak mentah acuan Brent tercatat melonjak hingga kisaran USD108,24 sampai USD108,87 per barel. Angka ini mencatatkan kenaikan harian yang cukup agresif di rentang 6,95 persen hingga 7,57 persen.
Sementara itu, jenis minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) perdagangan Amerika Serikat menguat 8,10 persen hingga menyentuh level USD103,83 per barel. Minyak mentah secara umum (crude oil) bertengger di rentang USD97,19 hingga USD102,86 per barel setelah mengalami lonjakan berturut-turut sebesar 4,47 persen dan 7,09 persen dalam dua hari terakhir.
Informasi ini bukan saran investasi. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Lompatan ini memperpanjang tren kenaikan yang memicu pertanyaan masyarakat mengenai "kenapa harga minyak naik terus" di tengah ketidakpastian kondisi pasar energi saat ini.
Penurunan Produksi Arab Saudi Menjadi Pemicu Utama
Pemicu utama lonjakan harga minyak hari ini berakar dari penurunan pasokan secara drastis oleh produsen terbesar OPEC, Arab Saudi. Laporan data perdagangan menunjukkan produksi minyak mentah Arab Saudi pada Agustus 2026 turun tajam sekitar 1,9 juta barel per hari.
Penurunan tersebut menyisakan volume produksi Arab Saudi di angka 6,238 juta barel per hari. Level angka produksi ini tercatat sebagai titik terendah Arab Saudi sejak tahun 1990.
]
Di sisi lain, Amerika Serikat sebelumnya mencatatkan tingkat produksi minyak mentah sebesar 13.792 ribu barel per hari pada Juni 2026. Namun, pasokan pasokan tambahan dari produsen non-OPEC belum mampu meredam volatilitas harga akibat efek kejutan dari penurunan output kawasan Timur Tengah.
Dampak pada Produk Turunan dan Komoditas Energi Lain
Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada minyak mentah acuan Brent maupun WTI, tetapi juga menjalar ke berbagai produk turunan minyak bumi dan BBM olahan di pasar internasional.
| Jenis Komoditas | Harga Pasar | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Mines Mentah Brent | USD108,24 - USD108,87 / barel | Naik 6,95% - 7,57% |
| Minyak WTI | USD103,83 / barel | Naik 8,10% |
| Bensin (Gasoline) | USD3,41 - USD3,43 / galon | Naik 6,06% - 6,92% |
| Minyak Pemanas (Heating Oil) | USD5,10 / unit | Naik 6,26% |
| Minyak Ural (Rusia) | USD95,74 / barel | Naik 4,82% |
| Gas Alam | USD2,84 / MMBtu | Naik 0,52% |
| Batubara | USD132,00 - USD147,35 / ton | Turun 0,17% - 5,61% |
Produk bensin tercatat naik ke rentang USD3,41 hingga USD3,43 per galon, atau meningkat antara 6,06 persen hingga 6,92 persen. Minyak pemanas (heating oil) ikut melonjak 6,26 persen ke posisi USD5,10 per unit, sementara minyak jenis Ural asal Rusia naik 4,82 persen menjadi USD95,74 per barel.
Dinamika Komoditas Energi Lainnya
Di luar sektor minyak bumi, pergerakan komoditas energi lainnya menunjukkan tren yang bervariasi:
- Gas Alam: Mengalami kenaikan tipis sebesar 0,52 persen ke posisi USD2,84 per MMBtu.
- Etanol: Bergerak lambat di kisaran USD2,03 hingga USD2,16 per galon (fluktuasi minus 0,37 persen hingga plus 0,05 persen).
- Batubara: Melawan tren minyak mentah dengan melemah antara 0,17 persen hingga 5,61 persen ke kisaran USD132,00 hingga USD147,35 per ton.
Analisis dan Pengaruh Geopolitik Pasar
Banyak pelaku pasar mempertanyakan "bagaimana pengaruh geopolitik terhadap harga minyak" di tengah pengetatan pasokan global ini. Penurunan produksi fisik dari Arab Saudi yang dipadu dengan konstelasi geopolitik di kawasan produsen utama terus menahan ketatnya kurva pasokan global.
Bagi pelaku ekonomi yang ingin memantau pergerakan harga secara langsung, berbagai platform penyedia data pasar fintek menyajikan "cara cek harga minyak global" secara real-time guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap inflasi dan biaya logistik global.
Hingga Jumat (11/9/2026), pelaku pasar energi global terus mencermati apakah OPEC+ atau Amerika Serikat akan mengambil langkah responsif untuk menstabilkan pasokan pasca-penurunan produksi historis dari Arab Saudi tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow