Harga Minyak Dunia Bertahan di US$95 per Barel Hari Ini
Harga minyak dunia hari ini, Minggu (6/9/2026), bertahan di kisaran US$95,72 per barel setelah mencatatkan penguatan mingguan terkuat sejak pertengahan Juli lalu. Lonjakan harga komoditas energi global ini ditopang oleh pengetatan pasokan dari negara produsen utama serta dinamika produksi di Amerika Serikat.
Berdasarkan data pasar komoditas terkini, harga minyak mentah jenis Brent berada di level US$95,72 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada kisaran US$91,22 hingga US$91,54 per barel. Meski mengalami koreksi tipis 0,09 persen pada perdagangan harian terakhir, pergerakan minyak mentah secara umum masih berada dalam tren melesat tinggi.
Secara keseluruhan, harga minyak mentah global melonjak lebih dari 9 persen sepanjang pekan pertama September 2026. Kenaikan tajam ini memperpanjang tren positif komoditas energi yang sudah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir akibat penyesuaian pasokan global.
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga minyak mentah tercatat telah melambung sebesar 21,27 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan hingga 47,44 persen.
Sebagai catatan historis, harga tertinggi minyak mentah sepanjang masa pernah menyentuh angka US$410,45 per barel pada Desember 2025. Konsensus pasar memperkirakan harga minyak mentah akan berada di kisaran US$86,62 per barel pada akhir kuartal ketiga 2026, sebelum berpotensi naik menuju US$101,84 per barel dalam 12 bulan ke depan.
Data Produksi Negara Produsen Minyak Utama 2026
Penguatan harga minyak dunia tidak lepas dari dinamika tingkat produksi para produsen minyak terbesar. Amerika Serikat mencatatkan peningkatan produksi minyak mentah pada pertengahan tahun ini untuk menyeimbangkan pasar.
Pada Juni 2026, produksi minyak mentah Amerika Serikat mencapai 13,792 juta barel per hari, lalu naik tipis menjadi 13,862 juta barel per hari pada kisaran Agustus 2026. Sementara itu, stok minyak mentah AS berdasarkan laporan American Petroleum Institute (API) mengalami penurunan sebesar -2,60 juta barel pada Agustus 2026.
Di sisi lain, Arab Saudi mencatatkan produksi sebesar 7,420 ribu barel per hari pada Juli 2026. Adapun Rusia memproduksi sekitar 9,826 ribu barel per hari pada April 2026. Kombinasi tingkat produksi dan penurunan cadangan AS menjadi penggerak utama volatilitas harga di bursa internasional.
Perbandingan Kinerja dan Tren Harga Minyak
Berikut adalah ringkasan pergerakan harga serta indikator historis minyak mentah di pasar internasional:
| Indikator Pasar | Nilai / Catatan |
|---|---|
| Harga Brent (4-6 September 2026) | US$95,72 - US$96,28 / barel |
| Harga WTI (4-6 September 2026) | US$91,22 - US$91,54 / barel |
| Perubahan Mingguan | Naik > 9% |
| Perubahan Bulanan | Naik 21,27% |
| Perubahan Tahunan (YoY) | Naik 47,44% |
| Stok API AS (Agustus 2026) | -2,60 juta barel |
Mengenal Acuan Minyak Brent dan WTI
Bagi pelaku pasar, pertanyakan seperti "apa itu minyak Brent dan WTI" sering muncul saat memantau pergerakan harga energi dunia. Kedua istilah tersebut merupakan standar acuan harga (benchmark) utama yang digunakan dalam perdagangan minyak mentah secara global.
Minyak Brent merupakan standar acuan yang digunakan sejak 1971 dan mewakili hampir 40 persen dari total nilai perdagangan minyak dunia. Sementara itu, WTI atau West Texas Intermediate mulai populer digunakan sebagai referensi global sekitar tahun 2007 seiring dengan pesatnya peningkatan produksi minyak di Amerika Serikat.
Informasi harga komoditas energi ini dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Laporan persediaan minyak mingguan dari Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat dijadwalkan bakal rilis pada pekan depan untuk memberikan gambaran lebih lanjut mengenai penyerapan pasokan pasar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow