Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok Imbas Rencana Kesepakatan AS-Iran
Harga minyak mentah dunia merosot tajam pada Kamis (11/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan rencana untuk segera menandatangani kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri ketegangan militer. Penurunan ini membalikkan lonjakan harga komoditas energi yang sempat terjadi akibat eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah sebelumnya. Pada perdagangan perpanjangan, kontrak berjangka minyak mentah AS anjlok 3,9 persen menjadi 86,51 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional melemah 4,2 persen ke posisi 89,15 dolar AS per barel.
Di pasar reguler, minyak mentah AS ditutup pada level 87,71 dolar AS per barel atau turun lebih dari 2 persen, sedangkan Brent menetap di angka 90,38 dolar AS per barel setelah melemah hampir 3 persen. Presiden Donald Trump menyampaikan pengumuman tersebut di Ruang Oval setelah membatalkan rencana serangan udara yang semula dijadwalkan pada Kamis malam. Trump menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil menyusul adanya pembicaraan intensif dengan otoritas Republik Islam Iran.
"made a great settlement of the war with Iran" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pemimpin AS tersebut menambahkan bahwa kesepakatan damai yang telah dicapai kini sedang berada dalam tahap penyelesaian dokumen formal. Trump memperkirakan delegasi kedua negara akan menandatangani berkas resmi tersebut di Eropa dalam beberapa hari ke depan. "subject to finalization of documents." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Sebelum pengumuman damai ini muncul, Trump sempat melontarkan ancaman militer untuk merebut Pulau Kharg yang menjadi terminal ekspor minyak utama milik Iran. Langkah tersebut digambarkan sebagai bagian dari upaya Washington untuk mengambil alih kendali penuh atas pasar minyak dan gas Iran, serupa dengan kebijakan yang sebelumnya diterapkan di Venezuela. "at some point in the not too distant future." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ketegangan di Timur Tengah sendiri sempat berada di ambang perang berskala penuh setelah pasukan AS menggempur sejumlah sasaran di Iran pada Rabu, yang langsung dibalas oleh Iran dengan meluncurkan rudal ke beberapa negara Teluk. Kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran telah menyerang pangkalan udara Ali Salem dan Ahmad al-Jaber di Kuwait serta pangkalan udara Sheikh Issa di Bahrain, sementara otoritas Bahrain mengklaim sistem pertahanan udara mereka berhasil menghancurkan ancaman tersebut. Di tengah situasi konflik ini, lembaga konsultan Rystad Energy menilai pasar minyak saat ini memiliki posisi yang lebih baik dalam menyerap gangguan pasokan dibandingkan krisis-krisis sebelumnya.
Kondisi tersebut didorong oleh rekor ekspor minyak mentah AS, melemahnya permintaan dari China, serta keberadaan jalur ekspor alternatif yang mengurangi ketergantungan global pada Selat Hormuz. "at some point in the not too distant future" kata Jorge Leon, Senior Vice President Rystad Energy.
Leon mengingatkan bahwa peluang terjadinya terobosan diplomatik dalam jangka pendek sebenarnya telah mengecil sebelum pengumuman Trump. Kondisi ini membuat pergerakan harga minyak tetap rentan terhadap fluktuasi tajam karena investor terus memantau apakah konflik di kawasan tersebut dapat diredam atau justru berkembang menjadi krisis yang berkepanjangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow