Herry IP Fokus Kembalikan Kemistri Ganda Putra Utama Malaysia

Smallest Font
Largest Font

Pelatih ganda putra Malaysia Herry Iman Pierngadi mengalihkan fokus untuk menggembleng para pemain bersama pasangan asli mereka menjelang Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India. Kebijakan tersebut diambil setelah eksperimen perombakan pasangan berhasil membuahkan gelar juara pada turnamen Korea Masters 2026 yang berlangsung 4 hingga 9 Agustus 2026.

Hasil dari eksperimen tersebut mencatatkan pasangan baru Tee Kai Wun/Yap Roy King menjuarai ajang Super 300 setelah mengalahkan pasangan rakitan lain, Man Wei Chong/Soh Wooi Yik, dua gim langsung 21-13 dan 21-18 di partai puncak. Selain satu gelar untuk Malaysia, empat gelar lain diraih oleh Yuta Watanabe/Maya Taguchi dari Jepang, Ashmita Chaliha dari India, serta dua gelar untuk tim China melalui Zhu Xuan Chen dan pasangan Luo Yi/Wang Ting Ge.

Setelah ajang di Asan selesai, Herry IP langsung menghentikan skema perombakan untuk memfokuskan persiapan menuju Kejuaraan Dunia 2026 pada 17–23 Agustus. Soh Wooi Yik kembali dipasangkan dengan Aaron Chia, Tee Kai Wun berduet kembali dengan Man Wei Chong, sedangkan Roy King Yap kembali mendampingi Junaidi Arif.

Para pemain ganda putra memberikan tanggapan atas pengalaman mereka selama tampil dalam formasi eksperimental di Korea Masters 2026.

"Terima kasih banyak kepada para pelatih kami, semua orang di balik layar, dan Roy King atas kerja keras serta dukungannya," kata Tee Kai Wun, pemain ganda putra Malaysia.

Partner sementaranya turut mengapresiasi pencapaian yang di luar dugaan tersebut.

"Kami tidak menyangka bisa lolos ke final dan kami berdua senang bisa mencapai tahap ini terlebih dahulu," kata Yap Roy King, pemain ganda putra Malaysia.

Ia menyebutkan penyesuaian strategi di lapangan berjalan lancar berkat komunikasi yang baik.

"Saya bilang ke rekan saya (Kai Wun) untuk sekadar menikmati pertandingan dan mencoba menemukan ritme permainan kami," kata Yap Roy King, pemain ganda putra Malaysia.

Pengalaman seniornya diakui sangat membantu saat mengatasi tekanan dalam laga krusial.

"Dia lebih berpengalaman dan memimpin saya dengan baik, serta tetap tenang. Setiap kali saya kebingungan, dia membantu saya kembali ke jalur yang benar," kata Yap Roy King, pemain ganda putra Malaysia.

Tantangan utama yang dihadapi sang pelatih kini terletak pada sempitnya waktu untuk membangun kembali kemistri pasangan utama sebelum bertolak ke India.

"Terima kasih banyak kepada para pelatih kami, semua orang di balik layar, dan Roy King atas kerja keras serta dukungannya," kata Herry IP, pelatih ganda putra Malaysia.

Meskipun masa persiapan sangat singkat, juru taktik berpengalaman tersebut menilai pemahaman antar pemain lama sudah terbentuk.

"Waktunya memang cukup singkat, tetapi para pemain ini sudah lama bermain bersama, jadi mereka sudah saling memahami dengan baik," kata Herry IP, pelatih ganda putra Malaysia.

Fokus latihan terakhir dialihkan pada kesiapan mental bertanding seluruh anak asuhnya.

"Secara fisik, mereka terlihat bagus dan mereka hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian dan mempersiapkan diri secara mental untuk Kejuaraan Dunia," kata Herry IP, pelatih ganda putra Malaysia.

Berdasarkan hasil undian Kejuaraan Dunia 2026, pasangan Arif/Yap berpotensi langsung berhadapan dengan wakil Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, pada babak 32 besar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed