IHSG Anjlok 4,52 Persen ke Level 5.342 pada Senin
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup anjlok sebesar 252,63 poin atau 4,52 persen ke level 5.342,14 pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran oleh investor akibat peningkatan eskalasi geopolitik serta spekulasi memburuknya ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia yang dikutip dari Kompas.com, sebanyak 661 saham ditutup melemah, sedangkan hanya 78 saham yang menguat dan 78 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 21,27 triliun dengan volume mencapai 32,26 miliar saham.
Pelemahan ini melanda seluruh sektor saham dengan penurunan terdalam di sektor perindustrian sebesar 6,39 persen dan sektor infrastruktur sebesar 6,29 persen. Sejumlah indeks utama lain seperti LQ45 juga anjlok 5,50 persen ke 527,08, sementara nilai tukar rupiah sore ini melemah 151,5 poin ke level Rp 18.187,5 per dolar AS menurut data Bloomberg.
Di kelompok saham LQ45, saham PT Telkom Indonesia Tbk menjadi salah satu yang paling tertekan setelah merosot 14,86 persen ke Rp 2.350 per saham. Saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk juga melemah 4 persen ke level Rp 4.800, disusul PT Bank Mandiri Tbk yang terkoreksi 1,33 persen ke harga Rp 4.440 per saham.
Sentimen negatif ini turut membayangi bursa saham Asia, di mana indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,85 persen, Straits Times Singapura melemah 1,65 persen, dan indeks KOSPI Korea Selatan mencatatkan koreksi terdalam sebesar 8,29 persen. Tekanan di pasar domestik juga dipicu gerakan jual saham oleh investor luar negeri setelah membaca perkembangan sentimen ekonomi Indonesia.
Merespons situasi ekonomi terkini, pemerintah mengimbau para pelaku pasar untuk tetap mencermati data ekonomi nasional secara mendalam. Pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini sebenarnya masih berada dalam kondisi yang aman.
"Jadi, teman-teman investor tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonomi kita seperti apa. Yang bisa saya katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonomi bagus, kepemimpinan bapak presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan presiden," kata Purbaya dikutip dari detikFinance Sabtu (6/6).
Pemerintah menyatakan akan terus memantau pergerakan pasar saham domestik melalui koordinasi kementerian terkait. Langkah-langkah antisipasi lebih lanjut mengenai pelemahan indeks ini juga dijadwalkan menjadi bahasan dalam diskusi penanganan situasi ekonomi nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow