Pelemahan Rupiah Tekan IHSG hingga Merosot Nyaris 5 Persen
Nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.900 per dolar Amerika Serikat memicu kemerosotan Indeks Harga Saham Gabungan hingga nyaris 5 persen pada akhir sesi pertama perdagangan Rabu (3/6). Data RTI Infokom menunjukkan indeks domestik terpuruk 305,9 poin ke level 5.889 tepat pada pukul 12.00 WIB.
Koreksi tajam ini didominasi oleh penurunan harga pada 714 saham, sementara hanya 35 saham yang menguat dan 64 saham lainnya berjalan stagnan. Padahal, pergerakan indeks sempat meroket ke level 6.207 saat pembukaan dan menyentuh posisi tertinggi di angka 6.213 sebelum akhirnya berbalik turun hingga mencapai level terendah di 5.876.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat total nilai transaksi yang sangat tinggi mencapai Rp14,89 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 26,37 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi yang diselesaikan investor sebanyak 1,798 juta kali.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menjelaskan bahwa selain faktor depresiasi mata uang, kejatuhan indeks juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung pada saham-saham tertentu. Menurut dia, pergerakan indeks tertahan oleh saham emiten konglomerasi yang sebelumnya sudah melonjak hingga mengalami auto reject atas selama dua hari berturut-turut.
"Di sisi lain, pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas," ujar Ivan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/6).
Berdasarkan pengamatan grafik, Ivan menilai tren pergerakan indeks saham domestik saat ini masih berada dalam jalur penurunan yang kuat. Indikator pasar belum memperlihatkan momentum pembalikan tren dalam waktu dekat.
"Dari sisi teknikal, pergerakan JCI masih berada di fase downtrendnya dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda pembalikan arah yang valid," kata Ivan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow