IHSG Melemah ke Level 6.101 Jelang Putusan MSCI

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 15,36 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.101,33 pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Penurunan ini dipicu oleh sikap wait and see investor terhadap pengumuman penilaian pasar saham oleh MSCI dan peringkat utang dari S&P Global.

Berdasarkan data IDX Mobile yang dilansir dari Bisnis.com, indeks bergerak di rentang 5.993,04 hingga 6.121,78 dengan nilai transaksi mencapai Rp37,72 triliun. Pelemahan ini turut didorong oleh penurunan saham-saham komoditas seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang merosot 4,15 persen dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang turun 3,50 persen.

Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan potensi pergerakan indeks jika menembus level psikologis tertentu dalam kajiannya yang dirilis oleh ANTARA.

"Jika IHSG ditutup di bawah level 6.100, maka berpeluang akan menguji level psikologis di 6.000. Namun, jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkiraan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220," ujar Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas.

Ketidakpastian pasar juga dipengaruhi oleh kekhawatiran para pelaku pasar modal terhadap perubahan regulasi domestik terbaru. Ratna Lim menyoroti dampak dari revisi aturan independensi bank sentral dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

"Hal ini menimbulkan kekhawatiran investor akan masalah independensi BI sebagai bank sentral," ujar Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas.

Sentimen eksternal turut membayangi pergerakan pasar seiring kebijakan suku bunga longgar yang dipertahankan oleh Bank Sentral China (PBoC) di tengah konflik geopolitik global. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas moneter dalam negeri mereka.

"Langkah ini mencerminkan kebijakan yang masih hati-hati di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah," ujar Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas.

Di sisi lain, laporan dari Phintraco Sekuritas yang dikutip oleh Bisnis.com menegaskan fokus utama para pemodal global dalam mengamati klasifikasi pasar modal Indonesia.

"Investor cenderung menunggu pengumuman MSCI terkait Annual Market Classification Review untuk memastikan apakah Indonesia tetap berada dalam kelompok Emerging Market," tulis Phintraco Sekuritas.

Sementara itu, Ashmore melalui laporan IndoPremier menilai bahwa membaiknya sentimen global didorong oleh harapan damai antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun pasar masih mencermati kebijakan hawkish dari The Fed.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed