IHSG Ditutup Anjlok 3,05 Persen ke Level 5.643

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup merosot 3,05 persen atau 177,60 poin ke posisi 5.643,19 pada perdagangan Selasa (30/6/2026) akibat maraknya aksi jual bersih oleh investor asing. Pelemahan ini menempatkan IHSG sebagai indeks dengan penurunan terdalam di kawasan emerging market Asia.

Data dari RTI Business mencatat volume transaksi perdagangan mencapai 22,25 miliar saham dengan nilai total Rp15,18 triliun dan frekuensi sebanyak 1.620.077 kali. Sebanyak 564 saham mengalami penurunan harga, 136 saham menguat, dan 99 saham bergerak stagnan, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga anjlok 3,47 persen ke posisi 553,11.

Seluruh saham perbankan raksasa mencatatkan koreksi tajam dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 6,33 persen ke harga Rp5.550 per saham setelah mencatat net foreign sell terbesar Rp766,36 miliar. Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dilepas asing Rp228,61 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dilepas senilai Rp157 miliar.

Analis Riset Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang memaparkan bahwa penurunan indeks saham ini telah mencapai target proyeksi awal pergerakan pasar harian.

"IHSG sedang memasuki area krusial 5700. Jika terjadi intraday rebound namun tertahan di bawah 5.700, waspadai pelemahan lanjutan ke support critical area 5.340-5.500," jelas Alrich, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Alrich menilai pergerakan grafik saat ini masih menunjukkan tren penurunan yang konsisten di lantai bursa.

"Selung lower low masih konsisten terbentuk, belum terdapat indikasi rebound," imbuhnya.

Analis Riset Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menilai bahwa rendahnya kepercayaan investor di pasar modal memicu keluarnya dana asing meskipun beberapa indikator makroekonomi domestik mencatatkan penguatan.

"Namun kepercayaan investor masih belum tinggi, investor asing masih keluar, tren saham masih turun jadi investor menunggu titik rendah lagi sebelum kembali masuk," kata Arjun kepada Kompas.com, Selasa (30/6/2026).

Arjun memproyeksikan pergerakan indeks akan menguji batas bawah baru sebelum investor kembali melakukan akumulasi beli.

"Ketika dia sampai level 5.350 itu udah membentuk pola double-bottom kemungkinan tinggi bisa rebound (pembalikan arah) market lagi uji level support kunci saat ini intinya sebelum berani masuk lagi," ucap Arjun.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyatakan ada faktor internal dan eksternal yang membebani psikologi pasar keuangan.

"Eksternal dan internal turut menopang pergerakan IHSG," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Nico menambahkan bahwa kebijakan baru mengenai obligasi Danantara ikut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap transparansi tata kelola.

"Sentimen tersebut telah memberikan dampak negatif yang mendorong outflow arus dana investor asing," ujar Nico.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menambahkan bahwa pergerakan indeks domestik selaras dengan mayoritas bursa di Asia yang bergerak melemah, ditambah koreksi pada harga komoditas dunia.

"Yang diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi emiten yang berkorelasi," tutup Herditya.

Bursa regional Asia Pasifik mencatatkan pergerakan variatif pada Selasa sore, di mana indeks Nikkei Tokyo menguat 1,11 persen dan Shanghai naik 0,50 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,63 persen serta Straits Times Singapura turun 0,58 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed