IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.688 pada 10 September 2026

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 9,98 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.688,18 pada Kamis (10/9/2026) pagi. Penguatan ini terjadi setelah IHSG ditutup terkoreksi 0,12 persen ke level 6.678,20 pada perdagangan Rabu (9/9/2026).

Sejalan dengan IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut mengalami kenaikan 1,96 poin atau 0,30 persen menuju posisi 666,21 pada pembukaan perdagangan. Pergerakan pasar saham domestik saat ini dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah, dinamika harga komoditas global seperti minyak dan batubara, serta penantian investor terhadap data penjualan ritel Indonesia periode Juli 2026.

Sebelumnya pada perdagangan Senin (7/9/2026), IHSG sempat turun 0,25 persen ke level 6.620 akibat tekanan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp679 miliar. Pelemahan saham-saham perbankan besar sempat menekan indeks, meski sektor energi naik 1,03 persen dan sektor industrial menguat 1,25 persen seiring lonjakan harga minyak mentah Brent ke US$97,36 per barel dan WTI ke US$92,46 per barel.

Analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih menyimpan peluang penguatan menuju rentang 6.736–6.812 sebagai akhir wave v dari wave (c). Namun, pelaku pasar diimbau mewaspadai potensi koreksi terdekat ke area 6.643–6.653, dengan titik support berada di 6.610 dan 6.561 serta resistance di 6.705 dan 6.755.

MNC Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG berada di akhir wave v dari wave (c) menuju area penguatan 6.736-6.812.

"Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave v dari wave (c), cermati area penguatan yang berada di 6.736-6.812. Namun demikian, waspadai akan adanya potensi koreksi terdekat ke rentang 6.643-6.653," tulis Riset MNC Sekuritas.

Untuk perdagangan Kamis (10/9/2026), sejumlah emiten direkomendasikan secara teknikal. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) disarankan buy on weakness pada area Rp151–Rp156 dengan target harga Rp175 dan Rp186, serta stoploss di bawah Rp147. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) direkomendasikan trading buy di rentang Rp730–Rp740 dengan target harga Rp795 dan Rp820, serta stoploss di bawah Rp725.

PT Timah Tbk (TINS) juga masuk dalam daftar buy on weakness pada area Rp4.220–Rp4.470 dengan batas stoploss di bawah Rp4.120. Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direkomendasikan sell on strength pada rentang Rp3.110–Rp3.150 karena pergerakannya diperkirakan rawan koreksi ke area Rp2.830–Rp2.950.

Untuk strategi transaksi jangka pendek, Tim Analis Bareksa merekomendasikan opsi quick trade pada beberapa emiten energi dan keuangan seperti BTPS di area beli Rp1.015–Rp1.045, MEDC di rentang Rp1.425–Rp1.470, serta AADI pada area Rp11.225–Rp11.575 dengan tetap memperhatikan batas risiko.

Rekomendasi Saham Pasca Perdagangan 7 September 2026
SahamStrategiArea beliTarget hargaBatas rugi
BTPSQuick tradeRp1.015–1.045Rp1.115–1.145Rp965
MEDCQuick tradeRp1.425–1.470Rp1.560–1.605Rp1.330
AADIQuick tradeRp11.225–11.575Rp12.300–12.650Rp10.000

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed