Jalen Williams Kembali Perkuat Oklahoma City Thunder Hadapi San Antonio Spurs

Smallest Font
Largest Font

Penyerang All-NBA Jalen Williams dipastikan kembali memperkuat Oklahoma City Thunder untuk menghadapi San Antonio Spurs pada gim keenam Final Wilayah Barat NBA di Frost Bank Center pada Kamis, 28 Mei 2026 malam waktu setempat.

Dilansir dari sports.yahoo.com, Oklahoma City Thunder saat ini memimpin keunggulan 3-2 atas San Antonio Spurs dalam seri berformat best-of-seven setelah memenangi laga sebelumnya. Kembalinya Jalen Williams menjadi tambahan amunisi krusial bagi sang juara bertahan yang memiliki keunggulan pengalaman mendalam di fase gugur.

Sebelumnya, Jalen Williams terpaksa absen dalam tiga pertandingan beruntun akibat manajemen cedera ketegangan hamstring kiri yang didapatnya sejak gim kedua. Di sisi lain, rotowire.com melaporkan bahwa Thunder harus kehilangan penjaga tahun kedua Ajay Mitchell yang dipastikan absen selama tiga laga beruntun akibat cedera ketegangan otot betis kanan.

Kondisi fisik pemain juga menjadi tantangan besar bagi kubu San Antonio Spurs yang melakoni gim ke-99 mereka musim ini melalui jadwal padat intensitas tinggi. Poin guard andalan Spurs, De'Aaron Fox, tetap memaksakan bermain meski mengalami cedera pergelangan kaki kanan sejak seri putaran pertama melawan Minnesota Timberwolves.

Pemain belakang San Antonio Spurs tersebut mengungkapkan strateginya dalam mengantisipasi keterbatasan fisik di lapangan saat meraih hasil maksimal pada laga sebelumnya.

"Just being in the right spots," ujar De'Aaron Fox ketika ditanya bagaimana ia mengatasi cedera pergelangan kaki kanan untuk mencatat rekor rebound tertinggi di babak playoff.

Pemain dengan nomor punggung tersebut menambahkan bahwa insting penempatan posisi sangat menentukan efektivitas permainan bertahan tanpa harus memaksakan lompatan tinggi.

"I don't know how many of them I actually jumped for, but that's half the battle," kata De'Aaron Fox mengenai raihan rebound miliknya.

Meskipun penampilannya dinilai menurun oleh para pengamat NBA di podcast ESPN, De'Aaron Fox menegaskan komitmennya untuk tetap turun bertanding membantu produktivitas tim.

"There are some guys who are just physically capable of playing defense, and then a lot of it is just being in the right place at the right time," tutur De'Aaron Fox menjelaskan peran insting di lapangan.

Pemain bertinggi badan raksasa itu juga mengakui adanya benturan fisik dari pemain lawan yang memengaruhi performa puncaknya.

"For me, tonight I was just trying to be in the right place," ucap De'Aaron Fox yang mencetak 12 poin dan 10 rebound pada laga tersebut.

Situs expressnews.com melaporkan performa Fox mendapat apresiasi tinggi dari tim kepelatihan San Antonio Spurs yang sedang berjuang menghindari eliminasi.

"We contested 91% of shots today. That's just a recipe to win the game. ... We're just trying to make it as difficult as possible for them to score, especially in the half court, and I think we did a good job of that tonight," kata De'Aaron Fox melalui unggahan akun X Spurs Nation.

Pemberitaan heavy.com menyebutkan bahwa performa Fox mengalami penurunan statistik drastis pada gim kelima akibat dugaan hilangnya daya angkat kaki saat melakukan tembakan.

"Yeah, I mean, it's definitely tough. I feel like (the Dort dive) was a play that could have been avoidable, but it is what it is," kata De'Aaron Fox kepada Sam Amick dari The Athletic terkait benturan dengan Lu Dort.

Meskipun demikian, Fox menolak menjadikan kondisi kebugarannya sebagai alasan untuk absen dari pertandingan hidup mati bagi Spurs.

"Obviously, it is disappointing not being able to be 100 percent. But like I said, I’m able to be out there, so that’s all that matters to me right now," ujar De'Aaron Fox menambahkan.

Kondisi cedera tersebut disadari sepenuhnya oleh sang pemain, namun kontribusinya tetap dinilai vital oleh organisasi.

"I don't feel great, but I'm able to play," tutur De'Aaron Fox.

Menanggapi kontribusi luar biasa dari anak asuhnya yang bermain dalam kondisi cedera, Pelatih Spurs Mitch Johnson memberikan pujian atas produktivitas bersih yang ditunjukkan di lapangan.

"He's been ridiculous, all playoffs," kata Mitch Johnson.

Mitch Johnson menilai kontribusi dua digit rebound dan kerja sama apik bersama Steph Castle memberikan dampak signifikan yang dibutuhkan tim.

"The things he's had to play through and what he's given us. Ten rebounds from him and 11 assists from he and Steph (Castle) combined and just one turnover. Just numbers, but they do reflect some substantial production we need from those guys, and clean basketball," ujar Mitch Johnson.

Pujian senada juga datang dari penyerang senior San Antonio Spurs, Harrison Barnes, yang merasa bangga dengan kepemimpinan yang ditunjukkan di ruang ganti.

"One of the biggest things I was proud of tonight was Fox getting 10 rebounds," kata Harrison Barnes.

Menurut Barnes, sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Fox menjadi contoh nyata bagi seluruh pemain starter dalam menetapkan standar permainan di sisa seri final wilayah.

"Everybody in this series is trying to do what it takes to win. We talk about rebounding, the starting five setting the tone, we talk about our leaders stepping up, and Fox gets 10 rebounds. He was the epitome of that," ujar Harrison Barnes.

Di kubu lawan, analis ESPN Brian Windhorst dalam The Hoop Collective Podcast menyoroti penurunan akurasi tembakan Fox yang hanya mencapai empat dari 15 percobaan pada gim kelima akibat cedera sprain tingkat tinggi tersebut.

"Look, I know De'Aaron Fox is playing on a high ankle sprain that normally, in the regular season, he's probably sitting (with)," kata Brian Windhorst.

Kondisi menyerupai pincang tersebut juga diamati oleh Bill Simmons dalam podcast pribadinya yang menilai Spurs sangat membutuhkan sosok pengatur bola murni.

"Fox was bad. I think Fox is hurt. I don't feel like he had any lift," kata Bill Simmons.

Simmons menilai ketiadaan daya ledak Fox sangat memengaruhi skema ofensif yang diterapkan oleh strategi pelatih San Antonio.

"They need him. He's the only guy who can take care of the ball," ujar Bill Simmons menambahkan.

Pengamat bola basket Tim Legler dalam kesempatan yang sama menyetujui analisis bahwa kecepatan tingkat lanjut Fox tertahan akibat menahan rasa sakit saat berhadapan dengan lini bertahan Thunder.

"He has that next level quickness, and against a team like the Thunder, you really need that," kata Tim Legler.

Legler melihat durasi bermain Fox selama 33 menit dengan efisiensi rendah bukanlah karakteristik asli dari mantan pemain All-Star tersebut.

"It doesn't quite seem like he's got all of that, and it is what it is. He's gonna play through it, but 33 minutes, 4/15 (shooting), that's not really typical for De'Aaron Fox…I agree with you, I don't think he's right," ujar Tim Legler.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed