Jamal Musiala Terdiagnosis Kejang Absans Akibat Gangguan Saraf
Bintang muda Bayern Munich dan pemain timnas Jerman, Jamal Musiala, mengonfirmasi kondisi kesehatannya yang didiagnosis mengalami kejang absans akibat gangguan pada sistem saraf, dilansir dari Detik Health.
Diagnosis ini muncul setelah Musiala dua kali terjatuh di lapangan dalam waktu singkat, termasuk kolaps delapan menit setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Heidenheim.
Insiden serupa juga terjadi saat menghadapi RB Leipzig. Lewat unggahan Instagram pribadinya, Musiala mengonfirmasi kondisi itu dan menenangkan penggemar.
"Saya didiagnosis mengidap kejang absans singkat dan sementara, namun dapat diobati, yang dipicu oleh disfungsi neurologis. Hal inilah yang menyebabkan insiden baru-baru ini, seperti pada laga melawan Leipzig dan Heidenheim," tulis Musiala.
Musiala menegaskan sudah mendapatkan perawatan intensif dari dokter spesialis saraf dan tetap diperbolehkan beraktivitas di lapangan tanpa risiko jangka panjang.
"Dengan persetujuan medis dari dokter spesialis saraf, saya ingin terus melakukan apa yang paling membantu pemulihan saya: menjalani hidup dan mengejar passion saya bermain sepak bola," lanjutnya.
Berdasarkan penjelasan dari Cleveland Clinic, kejang absans adalah jenis kejang singkat yang menyebabkan penderita tiba-tiba menatap kosong dan kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar selama 3 hingga 15 detik.
Serangan ini bisa terjadi saat aktivitas seperti berbicara atau berjalan, dan penderita bisa tiba-tiba terdiam kaku lalu langsung melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Kejang absans sering salah dikira melamun atau hilang fokus, padahal otak sedang mengalami lonjakan aktivitas listrik yang berlebihan akibat disfungsi neuron.
Faktor genetik diduga memengaruhi kondisi ini, dengan pemicu umum seperti paparan cahaya berkedip dan pola napas yang cepat dan dalam (hiperventilasi).
Kondisi ini jarang menyebabkan kejang fisik hebat dan tidak berbahaya karena durasi sangat singkat. Gejala khas meliputi tatapan kosong mendadak, penurunan kesadaran sementara, terhentinya aktivitas secara tiba-tiba, serta gerakan refleks otomatis seperti berkedip cepat atau anggukan kepala.
Setelah serangan, penderita biasanya sadar penuh dan dapat berpikir jernih tanpa kebingungan berkepanjangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow