Jaringan Stellar Alami Lonjakan Aktivitas Usai Rencana Tokenisasi Aset DTCC

Smallest Font
Largest Font

Jaringan Stellar (XLM) mencatat peningkatan aktivitas on-chain secara signifikan menyusul pengumuman rencana integrasi layanan tokenisasi aset oleh Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) ke dalam ekosistem blockchain tersebut. Langkah lembaga penyelesaian transaksi sekuritas Amerika Serikat ini memicu optimisme institusional di tengah lesunya pasar kripto global.

Dilansir dari Indodax, pengumuman kerja sama dengan DTCC ini menempatkan Stellar sebagai salah satu topik utama yang paling banyak diperbincangkan oleh komunitas pelaku pasar dalam 24 jam terakhir. Integrasi ini dinilai menjadi sinyal kuat penerimaan teknologi blockchain oleh institusi keuangan tradisional.

Sentimen positif tersebut berdampak langsung pada metrik operasional jaringan Stellar yang dirilis oleh fxstreet-id.com pada Jumat, 29 Mei 2026. Jumlah pengguna aktif harian protokol yang mengirim atau menerima aset bertahan stabil di atas angka 60.000 pengguna setelah sempat mendekati level tertinggi mingguan di kisaran 64.000 pengguna.

Data on-chain dari Artemis menunjukkan pertumbuhan aktivitas ini melonjak tajam dari posisi sebelumnya yang berada di sekitar 38.000 pengguna pada hari Minggu. Lonjakan aktivitas pengguna harian mengindikasikan adanya peningkatan selera risiko ritel secara konsisten terhadap token remitansi lintas batas ini.

Selain aktivitas on-chain, pasar derivatif Stellar juga mengalami pertumbuhan masif dengan nilai Open Interest kontrak berjangka perpetual yang meledak hingga mencapai 292 juta dolar AS pada hari Jumat. Angka tersebut mencerminkan lonjakan besar dibandingkan volume hari sebelumnya yang tercatat sebesar 155 juta dolar AS.

Kondisi ini membuat harga XLM bertahan di atas level 0,2000 dolar AS dan bergerak melampaui kumpulan Exponential Moving Averages (EMA) harian. Indikator teknikal menunjukkan EMA 200-hari menjadi area support dinamis terdekat pada level 0,1973 dolar AS, disusul oleh EMA 100-hari di 0,1697 dolar AS dan EMA 50-hari pada 0,1618 dolar AS.

Meskipun indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan posisi jenuh beli di sekitar level 77, kendali pasar saat ini masih dipegang oleh para pedagang. Penurunan harga lebih lanjut berpotensi memicu fase koreksi menuju batas bawah Bollinger Band di level 0,1241 dolar AS.

Kenaikan Stellar terjadi di saat indeks CoinDesk 20 melemah 0,8 persen ke level 1975,1 akibat penurunan beberapa aset seperti Bittensor (TAO) sebesar 4 persen dan Internet Computer (ICP) sebesar 3,8 persen. Bitcoin juga berada di bawah tekanan harga seiring meningkatnya arus keluar dana dari ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat serta dampak ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed