Timnas Jepang Hadapi Tunisia pada Laga Ke-1.000 Piala Dunia
Tim nasional Jepang bersiap menghadapi tantangan tim nasional Tunisia pada pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Estadio Monterrey, Guadalupe, Minggu (21/6/2026) pukul 11.00 WIB, yang menandai laga sejarah ke-1.000 turnamen tersebut.
Pertandingan ini menjadi debut bagi pelatih baru Tunisia, Herve Renard, yang ditunjuk menggantikan Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka. Berdasarkan laporan mediaindonesia.com, Tunisia saat ini terdampar di dasar klasemen Grup F tanpa poin, sementara Swedia memimpin dengan tiga poin diikuti Jepang dan Belanda yang masing-masing mengemas satu poin.
Renard, yang memiliki rekam jejak membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022, kini memikul tanggung jawab besar untuk memulihkan mentalitas skuad Elang Kartago menjelang laga krusial menghadapi Jepang.
"I know very well the quality of this team. Japan is the best team in Asia," ujar pelatih Herve Renard seperti dikutip dari the Japan Times melalui mediaindonesia.com.
Lawan Tunisia, tim Samurai Biru, datang dengan modal performa impresif setelah menahan imbang Belanda 2-2 di Dallas lewat gol larut Daichi Kamada pada menit ke-88, yang memperpanjang catatan tidak terkalahkan mereka dalam delapan pertandingan terakhir.
"We were down against a very difficult opponent (and) the players stuck together, they were persistent, they fought until the end and they didn't stop defending," kata pelatih Hajime Moriyasu dilansir dari mediaindonesia.com.
Meski mengapresiasi kegigihan para pemainnya, Moriyasu menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil akhir di laga perdana tersebut karena target utama timnya adalah poin penuh.
"We were aiming for three points, not one point. So from that perspective, of course it's a bit disappointing," tutur pelatih Hajime Moriyasu.
Di sisi lain, Jepang dipastikan tampil tanpa gelandang Real Sociedad, Takefusa Kubo, yang harus meninggalkan turnamen lebih cepat menggunakan kursi roda akibat cedera lutut saat menghadapi Belanda, sehingga posisinya di lini depan diprediksi akan digantikan oleh Ritsu Doan.
Analisis dari pelatih PS. Pemkot, Eriyanto, dalam podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal yang dikutip bangka.tribunnews.com, memprediksi Jepang mampu memanfaatkan kerapuhan lini belakang Tunisia yang telah kebobolan 11 kali dalam tiga laga terakhirnya.
"Prediksi saya, Jepang bisa menang 2-0. Ini karena kedalaman skuad Jepang masih lebih kuat dibanding Tunisia, ditambah faktor pengalaman dan stabilitas tim. Banyak orang mungkin tidak memahami bahwa kekuatan sepak bola Jepang saat ini bukan hanya terletak pada kualitas pemainnya, tetapi juga pada sistem dan pembinaan yang mereka miliki," ujar pelatih Eriyanto pada Jumat (19/6/2026).
Eriyanto menambahkan bahwa hampir seluruh penggawa Jepang memiliki peran penting di klub luar negeri masing-masing, seperti Ayase Ueda di Feyenoord, sehingga pergantian pelatih mendadak di kubu Tunisia diprediksi akan sangat memengaruhi hasil laga nanti.
"Hampir semua pemain yang bermain di luar Jepang, memiliki peran penting di klub masing-masing. Ada Ayase Ueda yang bermain di Feyenoord, dan Takefusa Kubo di Real Socieadad. Pemain-pemain yang sangat punya peranan, dalam sepak bola Jepang saat ini," beber pelatih Eriyanto.
Kondisi internal Tunisia yang sedang bertransisi di bawah arahan Renard menjadi fokus perhatian utama, setelah TFF melakukan langkah ekstrem pertama dalam sejarah Piala Dunia dengan memecat pelatih setelah baru memainkan satu pertandingan.
"I rasa ini kesempatan bagi Jepang, untuk memanfaatkan kondisi Tunisia yang sedang rapuh. Kalau kita lihat dari rekor pertemuan kedua tim, Jepang menang dua kali, Tunisia menang dua kali, dan satu kali berakhir imbang. Jadi, artinya rekor kedua tim cukup seimbang.
Apakah pergantian pelatih akan memengaruhi hasil pertandingan nanti? Saya rasa sangat berpengaruh," ungkap pelatih Eriyanto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow