Jerman Hadapi Paraguay di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Tim nasional Jerman menghadapi Paraguay dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Senin (29/6/2026) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB. Pelatih Julian Nagelsmann melakukan dua perubahan penting pada susunan pemain utama Jerman dengan memasukkan Nathaniel Brown dan Deniz Undav sejak menit awal.
Langkah taktis tersebut diambil setelah Der Panzer menelan kekalahan 1-2 dari Ekuador pada pertandingan terakhir fase grup, meski mereka tetap lolos sebagai juara Grup E. Nagelsmann menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan Manuel Neuer di bawah mistar gawang, dikawal Joshua Kimmich, Antonio Rudiger, Jonathan Tah, dan Nathaniel Brown di lini pertahanan. Lini tengah diisi oleh Aleksandar Pavlovic dan Felix Nmecha, sementara Leroy Sane, Florian Wirtz, dan Kai Havertz menopang Deniz Undav selaku ujung tombak.
Di kubu lawan, Paraguay menggunakan formasi defensif 4-5-1 demi meredam agresivitas Jerman setelah lolos sebagai peringkat ketiga terbaik dari Grup D dengan empat poin. Skuad asuhan Gustavo Alfaro mengandalkan penjaga gawang Orlando Gill, dengan barisan belakang yang dipimpin kapten Gustavo Gomez bersama Juan Jose Caceres, Junior Alonso, dan Jose Canale. Lini tengah diisi oleh Miguel Almiron, Andres Cubas, Damian Bobadilla, serta Matias Galarza untuk menyuplai bola kepada Julio Enciso dan Gabriel Avalos di lini depan.
Tekanan besar kini berada di pundak Jerman yang baru pertama kali lolos ke fase gugur Piala Dunia sejak menjadi juara pada tahun 2014. Mantan penyerang timnas Inggris, Gary Lineker, melontarkan kritik tajam melalui media Prancis L'Equipe dengan menyebut skuad saat ini sebagai salah satu timnas Jerman terlemah yang pernah ia lihat.
Menanggapi hal tersebut, penyerang Jerman Kai Havertz menegaskan dalam konferensi pers pada hari Minggu bahwa timnya tidak terpengaruh oleh opini luar.
"Kami yakin banget bisa menang," ujar Kai Havertz, penyerang timnas Jerman.
Havertz menambahkan bahwa kritik adalah hal biasa dalam sebuah turnamen besar, dan fokus tim sepenuhnya tertuju pada persiapan internal.
"Ketika Anda mengikuti turnamen besar, orang-orang bicara. Saya tidak peduli apa yang orang bilang. Kami fokus kepada diri kami sendiri. Saya sungguh tidak peduli apa kata orang," kata Kai Havertz, penyerang timnas Jerman.
Pemain tersebut memahami bahwa adaptasi membutuhkan waktu karena para pemain datang dari klub yang berbeda-beda.
"Ini butuh waktu karena semuanya datang dari klub ke tim nasional dan Anda harus membiasakan diri dengan teman-teman setim," tutur Kai Havertz, penyerang timnas Jerman.
Pelatih Julian Nagelsmann juga mengutarakan pandangan yang sangat blak-blakan mengenai konsekuensi hasil pertandingan sistem gugur ini bagi masa depan timnya.
"Jika menang, semuanya baik-baik saja. Jika kalah, semuanya sial," cetus Julian Nagelsmann, pelatih kepala timnas Jerman.
Terkait tekanan kritik personal yang mengarah kepada dirinya mengenai pilihan taktik dan rotasi pemain, mantan pelatih Bayern Munich itu merespons dengan tenang.
"Apa dampaknya bagi saya secara pribadi? Itu sama seperti yang dialami manusia pada umumnya. Anda bisa menjawabnya sendiri. Dan saya rasa semuanya sudah terungkap," ungkap Julian Nagelsmann, pelatih kepala timnas Jerman.
Nagelsmann menegaskan bahwa fokus utama bukan tentang dirinya, melainkan tentang kekompakan tim untuk meraih kesuksesan kolektif di lapangan.
"Ini bukan tentang saya," tegas Julian Nagelsmann, pelatih kepala timnas Jerman.
Ia juga menambahkan tentang komitmen tim untuk memberikan performa terbaik.
"Ini hanya tentang tim dan kesuksesan kami. Bahwa kami secara kolektif membawa kekompakan yang sangat baik ke lapangan dan melakukan segala yang kami bisa untuk meraih kesuksesan," jelas Julian Nagelsmann, pelatih kepala timnas Jerman.
Mengenai rencana menghadapi taktik Paraguay, Nagelsmann mengaku memiliki beberapa opsi strategi namun sengaja merahasiakannya.
"Ada pertimbangan taktis untuk melakukan sedikit perubahan — namun juga pendekatan untuk mempertahankan segalanya tetap sama," kata Julian Nagelsmann, pelatih kepala timnas Jerman.
Pelatih berusia 38 tahun tersebut menutup dengan menegaskan esensi utama dari kompetisi di tingkat tertinggi.
"It's always about winning when you talk about Germany," ucap Julian Nagelsmann, pelatih kepala timnas Jerman.
Ia mengharapkan para pemainnya mampu menunjukkan kualitas terbaik di lapangan pertandingan.
"We try to win every game. Tomorrow, the expectations are we do the right things on the field and they show what good players they are. The game is all about winning.
In soccer, if you win everything is good. If you lose everything is [spit]," pungkas Julian Nagelsmann, pelatih kepala timnas Jerman.
Pemenang dari pertandingan babak 32 besar ini dijadwalkan akan melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang dari laga antara Prancis dan Swedia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow