Julen Lopetegui Targetkan Kemenangan Perdana Qatar di Piala Dunia
Tim nasional Qatar mengincar kemenangan perdana dalam sejarah Piala Dunia saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada laga grup penentu di Seattle pada hari Rabu. Pertandingan ini menjadi laga hidup mati bagi kedua tim untuk tetap bertahan dalam turnamen akbar tersebut.
Qatar sebelumnya mengalami kekalahan telak 0-6 dari Kanada, di mana bek Homam Ahmed dan gelandang Assim Madibo menerima kartu merah. Madibo diusir keluar lapangan setelah melakukan tekel yang mematahkan kaki gelandang Kanada, Ismael Kone.
Sekarang, fokus penuh dialihkan ke laga krusial mendatang. Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, menegaskan bahwa skuadnya akan tampil habis-habisan demi meraih hasil maksimal.
"fight tooth and nail" kata Julen Lopetegui, Pelatih Qatar.
Lopetegui juga memberikan keterangan mengenai kondisi mental Madibo yang sempat mengunjungi Kone di Vancouver setelah insiden cedera parah tersebut.
"He (Madibo) was very, very affected by this injury," ujar Julen Lopetegui, Pelatih Qatar.
Sang pelatih menekankan bahwa pelanggaran berat tersebut sama sekali tidak didasari oleh unsur kesengajaan dari sang pemain.
"Never was it his intention." kata Julen Lopetegui, Pelatih Qatar.
Kekalahan besar dari Kanada kini telah dilupakan oleh tim berjuluk The Maroons tersebut demi mempersiapkan strategi baru.
"Now, we are focusing on the challenge tomorrow that we have," ujar Julen Lopetegui, Pelatih Qatar.
Saat ini Qatar dan Bosnia sama-sama mengoleksi satu poin di papan klasemen grup, sehingga tensi pertandingan dipastikan akan sangat tinggi.
"Pressure? Nothing," kata Julen Lopetegui, Pelatih Qatar.
Meskipun menghadapi situasi krusial, mantan pelatih Real Madrid itu menyebut timnya memiliki motivasi yang sangat besar.
"We have ambition and excitement." ujar Julen Lopetegui, Pelatih Qatar.
Bosnia dinilai sebagai tim yang tangguh secara fisik dan teknis, terlebih mereka lolos setelah menyingkirkan Wales dan Italia.
"They have a lot of solutions," kata Julen Lopetegui, Pelatih Qatar.
Guna meredam kekuatan lawan, Qatar dituntut menampilkan performa terbaik mereka sepanjang pertandingan berlangsung.
"We have to use our strengths and be the best team possible." ujar Julen Lopetegui, Pelatih Qatar.
Sementara itu, penyerang Ahmed Al-Eddin menyatakan bahwa seluruh skuad Qatar tetap solid dan kompak setelah kekalahan dari Kanada. Kehadiran para pendukung yang mengenakan pakaian tradisional Qatar di tribun penonton saat melawan Kanada dan ketika bermain imbang 1-1 dengan Swiss menjadi inspirasi tambahan bagi tim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow