Qatar Siap Hadapi Swiss pada Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Tim Nasional Qatar bersiap melakoni laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026 melawan Swiss di Stadion Levi's, California, Amerika Serikat, pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini menjadi pembuktian bagi skuad asuhan Julen Lopetegui untuk menjawab keraguan publik terkait kelayakan mereka tampil di putaran final.
Kelolosan Qatar ke Piala Dunia 2026 dinilai sejumlah pihak menyisakan kontroversi setelah AFC mengubah aturan tuan rumah babak kualifikasi ronde keempat. Kondisi tersebut memberi keuntungan bagi Qatar untuk bermain di kandang sendiri dengan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan Uni Emirat Arab dan Oman.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, menyadari status timnya yang tidak diunggulkan di dalam grup yang juga dihuni oleh Kanada dan Bosnia-Herzegovina. Meski demikian, mantan pelatih timnas Spanyol itu menegaskan skuadnya datang bukan hanya untuk menjadi pelengkap turnamen.
"Saat Anda pergi ke Piala Dunia, Anda bisa berpikir: 'Astaga, ini sukses besar.' Dan memang ini sukses besar, tetapi Anda tak bisa cuma terpaku ke sana," ujar Lopetegui.
Lopetegui menambahkan bahwa skuad Maroon harus segera mengalihkan fokus untuk meningkatkan kesiapan tempur mereka. Kepuasan karena sekadar lolos ke putaran final dipandang sebagai sebuah kekeliruan besar bagi tim.
"Anda tidak bisa berpikir: 'Sudah selesai.' Tidak. Tidak mungkin.
Itu sebuah kesalahan. Jadi sekarang kami harus 'mengasah tombak' kami dan bersaing," kata Lopetegui.
Pelatih asal Spanyol tersebut optimistis dengan hak timnya untuk memberikan perlawanan maksimal di turnamen ini. Keikutsertaan Qatar dirayakan sebagai momen unik yang harus diperjuangkan secara terhormat melalui performa di lapangan.
"Qatar merayakan kelolosan ke sini sebagai sesuatu yang unik dan memang demikian. Tetapi seperti yang dikatakan José Mota (komedian Spanyol): Kami bisa pergi, tetapi pergi hanya untuk sekadar pergi itu bodoh. Kami pergi ke Piala Dunia untuk bersaing. Kami memiliki hak untuk mencoba (berjuang)," jelas Lopetegui.
Bagi Lopetegui pribadi, turnamen ini menjadi momen emosional setelah dirinya dipecat oleh Federasi Sepak Bola Spanyol tepat sebelum laga pertama Piala Dunia 2018 di Rusia karena menerima tawaran melatih Real Madrid.
"Itu hari paling menyedihkan dalam hidup saya," ujar Lopetegui.
Kendati sempat terpuruk akibat keputusan tersebut, Lopetegui menegaskan tidak pernah menyesali langkah yang diambil. Pengalaman pahit di masa lalu dinilainya telah membentuk karakter yang lebih kuat dalam karier kepelatihannya.
"I tidak pernah berhenti bekerja sejak (pemecatan) saat itu, Anda tidak pernah menoleh ke belakang, and pengalaman itu membuat Anda lebih tangguh," ujar Lopetegui.
Prinsip keteguhan tersebut tetap dipegang erat oleh sang pelatih dalam mengambil setiap keputusan profesional. Lopetegui memastikan seluruh kebijakan tim selalu didasari atas rasa hormat terhadap tanggung jawab yang diemban.
"Anda juga belajar dari pengalaman itu. Tetapi jika Anda bertanya kepada saya: 'Apakah Anda akan tetap melakukan hal yang sama?' 100 persen. Kenapa? Karena kami selalu mengambil keputusan yang menurut kami benar dari posisi yang sangat menghormati tanggung jawab kami," ujar Lopetegui.
Berdasarkan catatan statistik dari Antara, Swiss lebih diunggulkan karena berstatus juara Grup B Kualifikasi Zona Eropa tanpa terkalahkan dan hanya sekali kalah dalam 14 laga terakhir. Sebaliknya, Qatar belum memetik kemenangan dalam enam pertandingan terakhir mereka di laga persahabatan dan Piala Arab.
Namun, Swiss yang dilatih Murat Yakin memiliki memori buruk saat dikalahkan Qatar 0-1 pada laga persahabatan 14 November 2018 melalui gol Akram Afif. Sebanyak sembilan pemain Qatar dari laga tersebut, termasuk Afif dan Almoez Ali, diprediksi akan kembali diturunkan oleh Lopetegui untuk menghadapi kekuatan Swiss yang dipimpin Granit Xhaka dan Manuel Akanji.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow