Karnaval HUT Ke-81 RI di Pangkalpinang Jadi Ajang Edukasi Publik
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pangkalpinang pada Kamis (27/8/2026) diramaikan oleh aksi parade dari berbagai instansi dan sekolah yang memanfaatkan momen tersebut sebagai sarana edukasi publik.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk KB (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membagikan brosur serta membawa papan imbauan mengenai pemberdayaan perempuan, pencegahan KDRT, tertib administrasi kependudukan, hingga pencegahan stunting.
"Kegiatan ini dapat menjadi momen menginformasikan program kerja," ungkap Megawati Soeroso, ST., M.Si, Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain lembaga pemerintah, kontingen pendidikan yakni SD Negeri 16 Pangkalpinang menampilkan kreasi seni budaya bertema keanekaragaman alam. Sekolah tersebut mengusung tema "Kantong Semar Menjadi Keindahan Nusantara" untuk menyampaikan pesan pelestarian lingkungan.
"Kantong semar merupakan tanaman khas dan ikonik Bangka Belitung. Kami ingin menjadikannya sebagai simbol kekayaan alam yang unik dan istimewa," kata Dewi Ayu Larasati, Kepala SDN 16 Pangkalpinang.
Dewi menambahkan bahwa keikutsertaan siswa dalam karnaval bertujuan merayakan kemerdekaan secara kreatif sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
"Harapannya anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai dan melestarikan budaya serta alam Indonesia. Mereka juga memiliki rasa bangga terhadap budaya sendiri," ujarnya.
Sementara itu, RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memanfaatkan pawai tersebut untuk memperkenal teknologi radioterapi kanker Linear Accelerator (LINAC) melalui dekorasi miniatur dan visualisasi kerja alat.
"Selama ini masyarakat mungkin mengenal rumah sakit hanya dari pelayanan umum. Sebelumnya sudah lebih dulu ada pengobatan kanker melalui kemoterapi. Saat ini semakin lengkap dengan adanya radioterapi.
Lewat momentum kemerdekaan ini, kami ingin menyampaikan kabar baik bahwa RSUD Soekarno kini memiliki teknologi LINAC. Masyakarat Bangka Belitung yang membutuhkan penanganan radioterapi kanker tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar daerah," ujar dr. Ria Agustine, M.Kes, Plt.
Direktur RSUD Soekarno Babel.
Pihak rumah sakit menegaskan penanganan penyakit kanker memerlukan integrasi berbagai spesialisasi medis yang kini telah disiagakan secara penuh di daerah.
"Pengobatan kanker bisa melalui obat di kemoterapi, ditambah saat ini bisa dengan sinar di radioterapi. Selain itu, menangani kanker, kita juga membutuhkan kolaborasi pengobatan dengan spesialis bedah onkologi, dan seluruh modalitas ini sudah tersedia dan satu-satunya di Provinsi kita," tambahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow