Kebakaran Hutan di Gunung Gede Pangrango Ditangani dengan Penutupan Jalur Pendakian
Kebakaran hutan melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mulai 6 Agustus 2026, menyebabkan penutupan sementara jalur pendakian dan pengerahan ratusan personel untuk pemadaman api.
Balai Besar TNGGP menutup seluruh jalur pendakian dari 7 hingga 11 Agustus 2026 guna mempercepat penanganan kebakaran di area Alun-alun Suryakencana dan Kawah Wadon. Proses pemadaman masih berlangsung dengan dukungan sekitar 142 personel gabungan dari berbagai instansi dan relawan.
Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menyatakan bahwa kebakaran awalnya terjadi di Alun-alun Suryakencana, dengan kobaran api yang sudah terkontrol namun masih terus dipantau karena kondisi angin kencang dan musim kemarau.
"Seluruh kegiatan pendakian ditutup mulai tanggal 7 Agustus hingga 11 Agustus 2026. Kebijakan ini berlaku di seluruh jalur pendakian di kawasan TNGGP," ujar Agus Deni.
Relawan Basecamp Gunung Gede Pangrango, Hermansyah, menambahkan bahwa area yang terbakar merupakan hamparan rumput ilalang kering yang sangat mudah terbakar selama musim kemarau. Mereka melakukan pemadaman dengan alat sederhana, seperti kain basah, karena sulitnya medan menuju puncak.
Ketua Gede Pangrango Operation, Dudan Darmawan, melaporkan bahwa pada 7 Agustus titik api muncul di dekat Kawah Gunung Gede dan membesar sepanjang hari hingga malam, meskipun sudah diterjunkan 70 relawan untuk pemadaman.
"Kalau yang sekarang lokasinya dekat kawah. Jauh dari titik kebakaran kemarin. Apinya terus membesar dan area yang terbakar juga cukup luas," kata Dudan Darmawan.
Proses pemadaman berjalan lambat karena medan yang terjal serta keterbatasan alat, berbeda dengan kebakaran sehari sebelumnya yang bisa dipadamkan dalam waktu dua jam.
Dudan juga menyampaikan bahwa penyebab kebakaran belum dapat dipastikan, apakah karena aktivitas kawah atau faktor lain, dan masih dalam penyelidikan.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menambahkan bahwa pemantauan kebakaran menggunakan kamera pengawas Pos Pengamatan Gunung Api Ciloto sejak Sabtu dini hari, dan personel yang terdiri dari TNGGP, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta relawan terus melakukan penanganan kebakaran dari jalur Gunung Putri dan Cibodas menuju Kawah Wadon.
"Adapun vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan rerumputan. Tidak terdapat tanaman Edelweiss pada area yang teridentifikasi terdampak kebakaran," ujar Asep Sudrajat.
Kebakaran di Alun-Alun Suryakencana sebelumnya telah terkendali namun masih dalam pengawasan petugas untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul kembali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow