Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik Menjadi Rekayasa Guna Selaraskan Istilah Internasional
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur nama program studi teknik menjadi rekayasa pada Jumat (22/5/2026). Kebijakan ini diambil guna menyelaraskan penamaan program studi di Indonesia dengan istilah internasional serta memperjelas fokus keilmuan yang dipelajari oleh para mahasiswa.
Langkah penyesuaian ini didasarkan pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi. Surat keputusan tersebut sejatinya telah ditetapkan di Jakarta sejak tanggal 9 September 2025 lalu dan kini penerapannya terus diakselerasi di tingkat universitas.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apa itu rekayasa engineering dirumuskan sebagai penerapan kaidah ilmu dalam proses perancangan, pembangunan, dan pengoperasian teknologi, sistem, maupun konstruksi secara efektif dan efisien. Penggunaan istilah baru ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih tepat mengenai kompetensi lulusan di dunia kerja global.
Perubahan ini sempat memicu pertanyaan di kalangan calon mahasiswa, seperti "apakah jurusan teknik mesin dihapus?" atau "kenapa nama teknik diganti rekayasa?". Pemerintah menegaskan bahwa substansi keilmuan tidak dihapus, melainkan disesuaikan mutunya agar memiliki padanan resmi dari istilah internasional "engineering".
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dalam pernyataan resminya pada pertengahan Mei 2026 menyatakan bahwa perubahan nomenklatur ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas. Pihak legislatif menekankan bahwa perubahan nama tidak akan berarti banyak jika tidak diikuti oleh pembenahan fasilitas laboratorium dan mutu dosen.
"Perubahan nomenklatur prodi teknik menjadi rekayasa ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kita agar lulusannya benar-benar siap bersaing di level internasional," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Daftar Perubahan Nama Prodi Teknik Menjadi Rekayasa
Penerapan kebijakan daftar jurusan rekayasa terbaru dikti ini memiliki pola yang berbeda antar perguruan tinggi, tergantung pada status dan pengembangan program studi di masing-masing kampus. Sejumlah kampus besar mulai menyesuaikan penamaan ini secara bertahap.
Di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pihak kampus memilih untuk mempertahankan nama "Teknik" untuk program studi lama yang sudah melegenda. Namun, ITS melekatkan nama "Rekayasa" untuk program studi baru yang mereka buka untuk menangkap kebutuhan industri masa kini.
Sebaliknya, Institut Teknologi Bandung (ITB) tercatat belum menggunakan istilah rekayasa pada mayoritas program studi lamanya dan masih mempertahankan nama teknik. Kampus berlambang gajah tersebut baru menggunakan istilah rekayasa pada prodi spesifik seperti Prodi Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan.
Berikut adalah tabel penyesuaian rumpun ilmu dan contoh perubahan nama program studi teknik menjadi rekayasa sesuai dengan aturan nomenklatur yang baru:
| Nama Program Studi Lama | Nama Nomenklatur Baru (Rekayasa) |
|---|---|
| Teknik Elektro | Rekayasa Elektro |
| Teknik Mesin | Rekayasa Mesin |
| Teknik Sipil | Rekayasa Sipil |
| Teknik Industri | Rekayasa Industri |
| Teknik Fisika | Rekayasa Fisika |
| Teknik Geodesi | Rekayasa Geodesi |
Perluasan Istilah Rekayasa pada Program Studi Baru
Selain mengubah program studi konvensional, Kemendiktisaintek juga merilis daftar panjang prodi baru yang langsung menggunakan nomenklatur rekayasa sejak awal didirikan. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi kebingungan mengenai beda teknik dan rekayasa kuliah di masa depan.
Beberapa jurusan baru yang menggunakan nama ini berfokus pada teknologi masa depan dan kelestarian alam. Daftar program studi tersebut meliputi:
- Rekayasa Kecerdasan Artifisial
- Rekayasa Perangkat Lunak
- Rekayasa Keselamatan Proses
- Rekayasa Berkelanjutan
- Rekayasa Bioenergi dan Kemurgi
- Rekayasa Biomedis
- Rekayasa Biosistem
- Rekayasa Dirgantara dan Aeronautika
- Rekayasa Energi Terbarukan dan Panas Bumi
Pihak kampus yang belum melakukan penyesuaian dokumen administratif kini sedang diberikan masa transisi oleh Kemendiktisaintek. Proses ijazah dan gelar lulusan dipastikan akan tetap diakui sepenuhnya oleh negara dan dunia industri selama masa peralihan nomenklatur ini berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow