Kemenpar Dorong Investasi Destinasi Pariwisata Prioritas Guna Pemerataan Ekonomi Luar Bali
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempercepat pengembangan investasi di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) di luar Bali guna mendorong pemerataan ekonomi nasional pada Sabtu (6/6/2026). Langkah strategis ini diambil guna mengatasi tingginya konsentrasi wisatawan yang selama ini berpusat di Pulau Dewata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luas di luar Bali. Potensi besar tersebut perlu digarap secara serius melalui skema pembangunan yang terukur dan terintegrasi di berbagai daerah.
"Indonesia bukan hanya Bali. Kita memiliki banyak destinasi unggulan dengan potensi pariwisata dan investasi yang sangat besar, yang masih menunggu untuk dikembangkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujar Widiyanti Putri Wardhana.
Langkah Kemenpar targetkan destinasi baru ini didasari oleh ketimpangan sebaran kunjungan wisatawan. Berdasarkan data pariwisata terkini, Indonesia mencatat total 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, namun hampir 7 juta kunjungan masih terkonsentrasi di Bali.
Tingginya konsentrasi wisatawan dan investasi di kawasan populer Bali memicu kekhawatiran terkait daya dukung lingkungan. Kondisi ini menuntut adanya alternatif destinasi baru yang mampu menarik minat pemodal serta pelancong internasional.
Titik Jenuh Kawasan Wisata Bali
Konsentrasi penumpukan turis terpantau sangat tinggi di beberapa wilayah spesifik Bali selatan. Kawasan yang mengalami kepadatan tersebut meliputi Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud. Hal ini mengindikasikan perlunya pemerataan investasi pariwisata ke wilayah lain.
Pengembangan Konsep 10 Bali Baru Indonesia
Program DPP digagas pemerintah sebagai program 10 Bali Baru Indonesia untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi kreatif baru. Melalui program ini, pemerintah berupaya aktif melibatkan masyarakat lokal dalam ekosistem pariwisata modern.
Kebijakan pengembangan ini dirancang agar sejalan dengan pergeseran tren pariwisata global. Masa kini, pasar internasional lebih mendambakan konsep keberlanjutan, wisata kesehatan (wellness tourism), serta pengalaman wisata otentik Indonesia yang mendalam.
Daftar dan Karakteristik Destinasi Pariwisata Prioritas
Pemerintah memetakan potensi wisata Indonesia luar Bali berdasarkan keunggulan geografis, budaya, dan sejarah masing-masing wilayah. Beberapa wilayah bahkan telah sukses menggelar ajang olahraga internasional kelas dunia.
Dua di antara sepuluh destinasi unggulan yang terus dipacu infrastrukturnya adalah kawasan Danau Toba di Sumatra Utara dan Candi Borobudur di Jawa Tengah. Karakteristik utama dari kedua lokasi ini meliputi beberapa poin penting berikut:
- Danau Toba: Merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara dengan luas mencapai 1.145 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, serta memiliki Pulau Samosir di bagian tengahnya.
- Candi Borobudur: Merupakan monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun sejak abad ke-9 dan menjadi pusat wisata budaya serta religi utama di pulau Jawa.
Berikut adalah rincian data kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional beserta profil singkat dari beberapa destinasi prioritas utama yang dikembangkan pemerintah:
| Kategori Data Pariwisata | Parameter / Karakteristik Wilayah | Atribusi Sumber Fakta |
|---|---|---|
| Total Kunjungan Wisman Nasional | 15,39 juta kunjungan | Kementerian Pariwisata |
| Konsentrasi Kunjungan di Bali | Hampir 7 juta kunjungan | Kementerian Pariwisata |
| Luas Geografis Danau Toba | 1.145 kilometer persegi | Data Teknis Kawasan |
| Kedalaman Maksimal Danau Toba | 450 meter | Data Teknis Kawasan |
| Waktu Pembangunan Candi Borobudur | Abad ke-9 | Catatan Sejarah Arkeologi |
Ajang Internasional dan Penguatan Tata Kelola Digital
Akselerasi popularitas destinasi baru dilakukan lewat penyelenggaraan event internasional. Danau Toba F1H2O menjadi salah satu contoh sukses pemanfaatan ajang olahraga perahu motor bertaraf internasional untuk mendongkrak kunjungan turis dunia.
F1H2O atau Formula 1 Powerboat World Championship merupakan kompetisi balap perahu motor internasional yang telah diselenggarakan sejak tahun 1984 di 39 negara. Kawasan Danau Toba pernah menjadi tuan rumah F1H2O tahun 2023 silam.
Penyelenggaraan ajang olahraga tersebut terbukti meningkatkan kepercayaan global terhadap infrastruktur di luar Bali. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendatangkan gelombang investasi jangka panjang yang lebih masif.
"Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi pariwisata sekaligus tujuan investasi, dan Bali tetap menjadi jantung pertumbuhan pariwisata nasional," kata Widiyanti Putri Wardhana.
Selain promosi, pemerintah berupaya memperkuat tata kelola pariwisata melalui digitalisasi sistem pengawasan. Langkah ini diambil demi memastikan seluruh akomodasi di destinasi baru memenuhi standar legalitas hukum yang berlaku.
Salah satu langkah konkretnya adalah pengembangan sistem verifikasi berbasis API untuk akomodasi yang dipasarkan secara digital agar memiliki izin usaha. Kebijakan regulasi ini diterapkan guna menjamin keamanan, kenyamanan, serta legalitas liburan ke destinasi unik bagi para wisatawan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow