Kemampuan Membaca Anak Dunia Turun Drastis Berdasarkan PISA 2025
Skor kemampuan membaca anak usia 15 tahun secara global mengalami penurunan tajam sebesar 28 poin menurut data PISA 2025 dari OECD, dilansir dari Detikcom. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena keterampilan membaca sangat penting untuk pembelajaran di seluruh kurikulum serta kemampuan mengevaluasi dan menafsirkan informasi di era digital. Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann, menyatakan bahwa penurunan kemampuan membaca ini sangat mengkhawatirkan.
Direktur Bidang Pendidikan dan Keterampilan OECD, Andreas Schleicher, menyoroti penurunan keterampilan penting di era kecerdasan buatan, seperti mengevaluasi informasi dan berpikir kritis.
"Berdasarkan tren 2018-2025, proporsi siswa yang terburu-buru membaca dan memberikan jawaban singkat tapi salah hampir berlipat ganda," ujar Andreas Schleicher. Ia menambahkan, "Di dunia yang semakin dibanjiri informasi, murid saat ini cenderung kurang mampu berpikir mendalam dan memisahkan informasi penting dari yang tidak relevan."
Di Indonesia, sekitar 27% siswa baru mencapai level 2 kemampuan membaca, jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 69%. Kemampuan level 2 berarti siswa mampu mengidentifikasi ide utama dalam teks panjang dan menemukan informasi berdasarkan kriteria eksplisit meski kompleks, serta merefleksikan tujuan dan bentuk teks jika diarahkan.
Namun, nyaris tidak ada siswa Indonesia yang mencapai level 5, sementara rata-rata negara OECD di level ini mencapai 6%. Kemampuan level 5 mencakup pemahaman teks panjang, menghadapi konsep abstrak, dan membedakan fakta dan opini berdasarkan petunjuk implisit terkait isi atau sumber informasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow