Kesaksian Mantan Juru Masak Maradona Hambat Sidang Kelalaian Medis
Proses persidangan kasus dugaan kelalaian medis atas kematian legenda sepak bola Diego Maradona yang digelar di Argentina menghadapi hambatan besar akibat ketidakjelasan keterangan saksi kunci. Mantan juru masak sang pemain berulang kali menghindari pertanyaan krusial dari jaksa penuntut umum dengan alasan tidak mengingat detail peristiwa.
Saksi yang bernama Milagros Rodriguez tersebut tinggal bersama sang legenda selama masa perawatan intensif di rumahnya hingga hari kematiannya. Sikapnya yang terus-menerus memberikan jawaban mengambang memicu ketegangan dan membuat majelis hakim terpaksa menghentikan persidangan sementara untuk menentukan tindakan hukum selanjutnya.
Ketua Majelis Hakim Alberto Gaig akhirnya memberikan teguran keras secara langsung di ruang sidang agar saksi bersikap lebih kooperatif dalam memberikan keterangan di bawah sumpah.
"Vamos a seguir escuchándola, pero la notamos cautelosa. Necesitamos que responda con el mayor grado de detalle de lo que pasó. Nosotros pensamos que hay circunstancias que usted puede relatar con más detalles.
Porque por sus ‘No me acuerdo’ parece que estuviera eludiendo la respuesta, evadiendo. Si usted llega a ser reticente, tendríamos que adoptar otra postura, because usted está declarando bajo juramento de decir la verdad y omitir es ocultarla" ujar Alberto Gaig, Ketua Majelis Hakim.
Mendengar teguran keras dari pimpinan sidang tersebut, Rodriguez langsung menyampaikan pembelaan diri mengenai kondisi memorinya yang sulit mengingat kejadian masa lalu.
"Es que me preguntan cosas y yo quiero decir la verdad, pero no me acuerdo. Pero bueno, ok" kata Milagros Rodriguez, Juru Masak.
Rodriguez kemudian memberikan penjelasan mengenai tugas harian serta ruang lingkup pekerjaannya sebagai pelayan domestik selama masa pandemi untuk melayani kebutuhan harian sang bintang.
"Yo worked para Diego como empleada doméstica en la época de la pandemia y un poquito antes. Limpiaba la casa y hacía la comida. Maradona me decía qué comer y esas cosas" kata Milagros Rodriguez, Juru Masak.
Meskipun sempat menolak berbicara mengenai hari kematian Maradona karena merasa sangat sedih, Rodriguez akhirnya bersedia membeberkan kronologi pagi hari saat penemuan jenazah setelah didesak oleh jaksa penuntut umum.
"Era la mañana, me desperté como siempre, desayuné, estábamos abajo y después vinieron los médicos, la psicóloga (sic) y el psicólogo que le tenían que dar los remedios. Diego estaba durmiendo supuestamente. Ellos entraron a darle la medicación, salieron y dijeron que Diego no se despertaba.
Después entró el sobrino y no, no se despertaba. Y después entramos todos: yo, el de seguridad, y tratamos de hacerle reanimación con Cosachov" kata Milagros Rodriguez, Juru Masak.
Ia juga membeberkan kepanikan di dalam kamar dan bagaimana para staf serta tenaga medis yang berada di lokasi bergantian melakukan tindakan penyelamatan darurat.
"Ella (por Cosachov), la enfermera Dahiana, el de seguridad y yo le hacíamos RCP mientras las personas que estaban se ve que llamaban a alguien, a la ambulancia. Yo le hacía respiración boca a boca y nos íbamos turnando. La psicóloga le hacía en el pecho, el de seguridad, la enfermera Dahiana y yo, boca a boca" kata Milagros Rodriguez, Juru Masak.
Kondisi di rumah tersebut semakin kacau setelah beberapa tim medis dari ambulans lain berdatangan hingga akhirnya sang legenda dinyatakan meninggal dunia.
"Después vino un médico vecino, una ambulancia con otros médicos y nosotros salimos de la pieza y ellos seguían intentando. Y después seguían viniendo ambulancias, pasando gente, venían los familiares, todo. Y después dijeron que Diego no reaccionaba y que había fallecido" kata Milagros Rodriguez, Juru Masak.
Saat diinterogasi lebih lanjut oleh Jaksa Patricio Ferrari mengenai kondisi fisik Maradona ketika pertama kali ditemukan di atas kasur, Rodriguez memberikan deskripsi singkat.
"Él estaba como acostado, dormido. Estaba frío" kata Milagros Rodriguez, Juru Masak.
Jaksa Ferrari juga mengejar keterangan mengenai kapan waktu terakhir kali sang juru masak melihat Maradona dalam keadaan bernyawa sebelum malam naas tersebut.
"La noche anterior fue la última vez que vi vivo a Maradona. Estaba en la pieza y me pidió que le lleve un té y sanguchitos y después le iban a dar la medicación" kata Milagros Rodriguez, Juru Masak.
Melihat ketidakmampuan saksi menetapkan waktu porsi makanan terakhir tersebut, Hakim Alberto Gaig kembali mengintervensi dengan mengingatkan status hukum tujuh orang terdakwa dalam kasus ini.
"Es muy importante que usted trate de recordar, estamos en un juicio y hay siete personas acusadas de homicidio. Porque todo ‘No me acuerdo, no me acuerdo’. Tiene que hacer un esfuerzo" ujar Alberto Gaig, Ketua Majelis Hakim.
Hakim Gaig mencurigai adanya faktor ketakutan atau relasi kuasa yang masih tersisa, sehingga ia mempertanyakan pekerjaan Rodriguez saat ini serta hubungannya dengan lingkaran terdekat mendiang.
"Usted no recuerda nada. No le quiero advertir, pero es raro que no se acuerde. Lo habrá recordado varios días de su vida. Le pregunto si sigue teniendo relación o si trabaja con alguien o para alguien del entorno Maradona" ujar Alberto Gaig, Ketua Majelis Hakim.
Rodriguez membantah ketakutan tersebut dan menjelaskan posisi pekerjaan barunya di sebuah pabrik serta hubungan kekeluargaan salah satu mantan sekretaris Maradona.
"Maxi Pomargo (secretario de Maradona) es el padrino de mi hija. Pero yo trabajo en una fábrica de zapatos" kata Milagros Rodriguez, Juru Masak.
Persidangan ini dijadwalkan akan terus memanggil saksi-saksi lain guna mendalami peran serta tanggung jawab klinis dari tujuh orang tim medis yang menjadi terdakwa atas dugaan pembunuhan tidak berencana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow