Kevin De Bruyne Mengaku Senang Antonio Conte Tinggalkan Napoli
Gelandang Napoli Kevin De Bruyne mengaku sangat senang setelah pelatih Antonio Conte memutuskan untuk meninggalkan posisinya di klub asal kota Naples tersebut pada Senin (1/6/2026). Perubahan di kursi kepelatihan ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi kelanjutan karier sang pemain di kompetisi Liga Italia.
Pemain veteran berusia 34 tahun tersebut secara blak-blakan mengungkapkan bahwa kepergian sang juru taktik menjadi momentum positif bagi dirinya. Hubungan antara pemain asal Belgia itu dan sang pelatih dilaporkan kurang harmonis akibat ketidakcocokan gaya bermain di lapangan sepanjang musim lalu.
Faktor utama di balik kebahagiaan De Bruyne ini berakar pada ketidakcocokan strategi bermain. Gaya kepelatihan Conte yang cenderung defensif dan kaku dinilai sangat membatasi kreativitas sang gelandang, sehingga muncul pertanyaan besar mengenai "kenapa conte tinggalkan napoli" dari para penggemar di media sosial.
Selama satu musim penuh di bawah arahan Conte, peran mantan penggawa Manchester City ini tidak dapat berkembang secara maksimal.
Taktik kevin de bruyne di napoli yang dipaksakan oleh Conte dinilai terlalu membatasi pergerakannya di lini tengah dan memotong suplai bola ke depan.
"Saya merasa sistem yang diterapkan sebelumnya tidak memberikan kebebasan bagi pemain kreatif untuk berkreasi secara penuh di lini serang."
Ungkapan tersebut menggambarkan rasa frustrasi De Bruyne yang terbiasa dengan gaya sepak bola menyerang yang dinamis. Pembatasan ini berdampak langsung pada kontribusi gol dan assist yang diberikan oleh sang pemain sepanjang musim kompetisi.
Statistik Performa yang Menurun Drastis
Akibat skema permainan yang kurang mendukung serta kendala cedera yang sempat membekapnya, kontribusi De Bruyne merosot tajam jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya saat ia masih berseragam Manchester City di Liga Inggris.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan olahraga sport.detik.com, berikut adalah rincian statistik performa individu Kevin De Bruyne bersama Napoli sepanjang musim debutnya:
Pencapaian individu yang minim ini berjalan selaras dengan produktivitas gol lini depan Partenopei. Pola permainan Conte yang terlalu defensif membuat penyerang tengah utama Napoli tercatat hanya mampu mengemas total 10 gol di seluruh kompetisi resmi musim ini.
| Komponen Performa | Jumlah / Catatan |
|---|---|
| Penampilan Resmi | 21 Pertandingan |
| Sumbangan Gol | 5 Gol |
| Sumbangan Assist | 4 Assist |
| Kondisi Fisik | Terganggu Cedera |
Kegagalan Napoli Meraih Target Utama
Ketidakpuasan De Bruyne terhadap sistem kepelatihan Conte juga diperkuat oleh kegagalan klub dalam memenuhi target besar manajemen. Gaya main yang pragmatis tidak mampu membawa Napoli berbicara banyak di kompetisi domestik maupun Eropa.
Dilansir dari laporan Goal, Napoli mencatatkan beberapa hasil akhir yang kurang memuaskan pada akhir musim 2025/2026 sebagai berikut:
- Finis sebagai runner-up Serie A dengan selisih 11 poin dari sang juara Inter Milan.
- Terhenti di babak delapan besar dalam kompetisi Coppa Italia.
- Gagal menembus fase gugur di ajang bergengsi Liga Champions.
- Memenangi trofi minor berupa Piala Super Italia.
Manajemen Napoli kini tengah bergerak cepat untuk mencari sosok pelatih baru yang mampu mengembalikan ketajaman lini serang tim. Kepergian pelatih asal Italia ini diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan bermain bagi Kevin De Bruyne demi menghadapi kompetisi musim depan yang jauh lebih menantang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow