Komisi Independen Segera Putuskan Kasus Pelanggaran Keuangan Manchester City

Smallest Font
Largest Font

Komisi independen dilaporkan segera merilis keputusan akhir terkait perselisihan hukum berkepanjangan Manchester City dengan Premier League mengenai dugaan pelanggaran aturan keuangan setelah kompetisi domestik musim ini berakhir.

Proses hukum yang berjalan sejak intervensi awal Premier League pada Februari 2023 tersebut kini dikabarkan telah memasuki tahap penyelesaian naskah putusan oleh panel arbiter.

Mantan penasihat keuangan Manchester City, Stefan Borson, mengungkapkan status administratif terkini mengenai jalannya proses arbitrase tertutup yang melibatkan klub berjuluk The Citizens tersebut.

"Ini memang seperti kata-kata terakhir yang terkenal, tapi prosesnya tidak akan memakan waktu lama lagi. Sejauh yang saya pahami, tidak ada alasan khusus mengapa hal ini belum diumumkan. Tidak ada yang sakit, tidak ada negosiasi di belakang layar. Tidak ada rencana rahasia dari pemerintah untuk campur tangan atau hal-hal semacam itu. Sebenarnya semuanya sangat biasa saja. Panel asli hanya belum selesai menyusunnya atau belum selesai hingga beberapa minggu yang lalu." kata Stefan Borson, Mantan Penasihat Keuangan Manchester City.

Borson menambahkan bahwa rumitnya poin-poin dakwaan membuat proses musyawarah berjalan panjang, meskipun informasi dari kalangan internal menunjukkan dokumen keputusan tersebut sudah hampir selesai diproduksi.

"Saya memang mendengar beberapa informasi dari kalangan hukum yang mengindikasikan bahwa proses penyusunan putusan akan segera selesai. Para pihak sendiri memang mengharapkan putusan itu akan dirilis segera setelah musim berakhir, tetapi mereka pernah salah sebelumnya. Analisis saya, yang selalu didasarkan pada informasi yang beredar di pasar, jelas juga salah karena putusan tersebut tidak kunjung keluar. Namun jelas, setiap hari yang berlalu membuat kemungkinan putusan tersebut akan segera keluar semakin besar, hanya karena penulisan putusan dalam arbitrase swasta tidak mungkin memakan waktu terlalu lama, terlepas dari kompleksitasnya.” kata Stefan Borson, Mantan Penasihat Keuangan Manchester City.

Di sisi lain, pemilik Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan, juga sedang menghadapi tekanan politik terpisah dari organisasi hak asasi manusia, FairSquare, terkait konflik di Sudan.

FairSquare mendesak Pemerintah Inggris menerapkan sanksi karena dugaan keterkaitan sang pemilik dengan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF), yang jika dikabulkan dapat memicu diskualifikasi kepemilikan klub berdasarkan aturan Owners' and Directors’ Test.

"Jika pemerintah Inggris serius ingin menghentikan konflik mengerikan ini, hubungan Sheikh Mansour dengan RSF yang sudah terdokumentasi dengan baik serta kepemilikannya atas Manchester City memberikan titik tekanan yang sangat jelas," kata Nick McGeehan, Direktur FairSquare.

Hingga saat ini, pihak Premier League, Pemerintah Inggris, maupun perwakilan Sheikh Mansour belum memberikan tanggapan resmi saat dihubungi oleh media The Athletic.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed