Kospi Turun 0,52 Persen akibat Aksi Jual Saham Semikonduktor Global
Indeks saham utama Korea Selatan, Kospi, dibuka melemah sebesar 35,41 poin atau 0,52 persen ke level 6.785,19 pada Senin (20/7/2026) pagi. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual saham sektor semikonduktor di Wall Street serta meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.
Meskipun indeks Kospi tertekan, dua raksasa manufaktur memori Korea Selatan mencatatkan pergerakan positif. Saham Samsung Electronics menguat 0,39 persen dan SK Hynix naik 1,79 persen pada awal perdagangan, di tengah penurunan mayoritas saham lain seperti Hyundai Motor yang merosot 4 persen dan LG Energy Solution yang menyusut 2,54 persen.
Sektor teknologi global sebelumnya mengalami tekanan besar setelah indeks utama di Amerika Serikat ditutup melemah pada Jumat lalu akibat kekhawatiran investor terhadap penilaian harga saham kecerdasan buatan (AI). Produsen chip AS seperti SanDisk dan Micron masing-masing mencatat penurunan nilai saham lebih dari 8 persen.
Tekanan pasar saham Asia juga diperberat oleh lonjakan harga minyak mentah Brent yang naik 4,6 persen menjadi 88,10 dolar AS per barel. Kenaikan harga energi terjadi setelah serangan Iran terhadap fasilitas instalasi air dan listrik di Kuwait serta baku tembak yang meluas di Selat Hormuz.
Sebelumnya pada perdagangan Kamis (16/7/2026), Kospi sempat anjlok hingga 6,31 persen ke posisi 6.820 akibat kombinasi pengetatan kebijakan moneter dan aksi jual besar-besaran saham teknologi. Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen untuk meredam inflasi dan mengendalikan utang rumah tangga.
Di sisi lain, tingkat korelasi 60 hari antara Kospi dan Nasdaq 100 dilaporkan meningkat hingga 0,46, atau tiga kali lipat dari rata-rata lima tahunan sebesar 0,16. Hal ini menunjukkan peran pasar saham Korea Selatan yang semakin terintegrasi sebagai penunjuk arah pergerakan saham AI dan semikonduktor global.
"Saat Anda memiliki banyak optimisme di pasar, Anda membutuhkan segala sesuatunya berjalan benar. Setiap berita negatif dapat menghempaskan pasar," kata Tony Welch, Chief Investment Officer di SignatureFD.
Hasil laporan keuangan kuartalan TSMC yang mencatatkan pertumbuhan laba 77 persen tetap tidak mampu menahan tekanan jual pada saham-saham produsen chip global.
"Itu memberi tahu Anda bahwa perdagangan AI tidak lagi dihargai berdasarkan pertumbuhan. Ini dihargai berdasarkan kesempurnaan. Setiap laporan pendapatan yang hanya sekadar hebat, bukan tanpa cela, akan dijual," kata Gene Goldman, Chief Investment Officer di Cetera di El Segundo, California.
Di tengah volatilitas tersebut, pimpinan otoritas keuangan Korea Selatan memberikan perhatian khusus pada instrumen investasi turunan yang memperbesar risiko pasar.
"Ini pada dasarnya adalah produk berisiko tinggi," kata Lee Eog-weon, Ketua Financial Services Commission (FSC).
"Kami telah menjelaskan risikonya kepada investor," kata Lee.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan belum berencana menghentikan sementara perdagangan ETF berbasis saham tunggal guna menghindari gejolak pasar yang lebih besar, mengingat produk tersebut banyak menggunakan saham Samsung Electronics dan SK Hynix sebagai aset acuan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow