Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Akibat Tekanan Saham Semikonduktor
Indeks KOSPI Korea Selatan merosot 1,23 persen ke level 5.593,56 pada Kamis, 30 Juli 2026, setelah mengalami volatilitas ekstrem selama tiga hari berturut-turut akibat aksi jual besar-besaran pada saham raksasa semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.
Tekanan pasar bermula dari penurunan saham Nvidia di Wall Street sebesar hampir 5 persen pada Senin, 27 Juli 2026. Penurunan tersebut dipicu laporan mengenai rencana pembiayaan proyek pusat data OpenAI senilai 250 miliar dolar AS yang menimbulkan kekhawatiran investor terkait skema pembiayaan melingkar dalam industri kecerdasan buatan.
Aksi jual berlanjut ke bursa Asia pada Selasa, 28 Juli 2026, saat indeks KOSPI ditutup anjlok 10,84 persen. Saham Samsung Electronics merosot hingga 14 persen, sementara SK Hynix jatuh 14,7 persen. Pada Rabu, 29 Juli 2026, KOSPI sempat kehilangan 12,6 persen dan memicu penghentian perdagangan sementara sebelum ditutup melemah 5,98 persen ke posisi 5.663,24.
Pasar saham Taiwan turut terimbas dengan penurunan indeks TAIEX sebesar 3,76 persen ke posisi 40.039,18 pada Rabu, di mana saham TSMC mengalami penurunan sekitar 3,5 persen.
Struktur pasar menjadi penyebab utama besarnya dampak koreksi di Korea Selatan. Gabungan kapitalisasi pasar Samsung Electronics yang mencapai 28,3 persen dan SK Hynix sebesar 22,8 persen membuat kedua emiten tersebut menguasai 51,1 persen dari total bobot KOSPI.
Kondisi pasar kian tertekan akibat tingginya penggunaan dana pinjaman margin oleh investor ritel yang mendekati 30 triliun won pada akhir Juni 2026. Penurunan harga memaksa terjadinya penjualan paksa yang memperdalam koreksi indeks.
Guna meredam volatilitas, mekanisme penghentian perdagangan sementara atau sidecar telah diaktifkan sebanyak 43 kali di KOSPI dan 29 kali di Kosdaq sepanjang tahun 2026. Jumlah total 72 kali aktivasi tersebut melampaui rekor 26 kali aktivasi saat krisis keuangan global 2008.
Efektivitas mekanisme penahan sirkuit tersebut mendapat sorotan dari para pelaku pasar karena transaksi program tetap memicu tekanan jual begitu masa pembekuan lima menit berakhir.
"Karena volatilitas pasar tetap tinggi secara berkepanjangan, aktivasi sidecar yang sering telah memperlemah efektivitas mekanisme tersebut sebagai pelindung terhadap ayunan harga yang berlebihan," kata seorang pejabat pasar modal.
Beberapa pengamat menilai penurunan indeks merupakan penyesuaian wajar dari kondisi pasar yang sebelumnya terlalu panas.
"Tidak ada yang mengatakan apa pun ketika pasar naik secara tidak wajar, tetapi sekarang setelah pasar turun, kekhawatiran mendadak bermunculan," kata Shin Se-don, Profesor Emeritus Ekonomi di Sookmyung Women's University.
Ia menambahkan bahwa koreksi tidak dapat dihindari mengingat tingkat pemanasan pasar yang terjadi sebelumnya.
"Mengingat betapa panasnya pasar sebelumnya, beberapa koreksi memang tidak terhindarkan," kata Shin Se-don, Profesor Emeritus Ekonomi di Sookmyung Women's University.
Kinerja keuangan SK Hynix pada kuartal II-2026 sebenarnya mencatat rekor laba operasional sebesar 60,5 triliun won atau melonjak 557 persen secara tahunan. Namun, capaian tersebut tetap berada di bawah estimasi pasar sebesar 64 triliun won akibat pengiriman memori HBM4 yang lebih lambat dari perkiraan.
Pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, investor individu mencatatkan penjualan bersih sebesar 1,41 triliun won di bursa KOSPI. Sebaliknya, investor asing dan institusi masing-masing melakukan aksi beli bersih sekitar 1,3 triliun won. Sementara itu, nilai tukar won terhadap dolar AS ditutup stabil pada level 1.437,10 won per dolar AS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow