Indeks KOSPI Korea Selatan Melonjak Lebih Dari 16 Persen

Smallest Font
Largest Font

Indeks Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) di Korea Selatan melonjak lebih dari 16 persen hingga menembus level 6.490,53 pada Jumat, 31 Juli 2026. Lonjakan rekor harian tertinggi sepanjang sejarah ini didorong oleh aksi beli investor asing pada saham-saham semikonduktor.

Perdagangan di Bursa Korea (KRX) sempat dihentikan sementara melalui mekanisme buy-side sidecar selama lima menit pada pukul 09.06 KST setelah indeks KOSPI 200 Futures melonjak lebih dari 5 persen. Kenaikan tajam KOSPI sebesar 16,04 persen melampaui rekor kenaikan harian sebelumnya sebesar 11,95 persen yang tercatat pada 30 Oktober 2008 saat krisis keuangan global.

Sektor teknologi dan semikonduktor memimpin penguatan bursa domestik Korea Selatan setelah mendapat dorongan positif dari kenaikan saham-saham chip di Wall Street Amerika Serikat. Pemulihan ini dipicu oleh laporan kinerja keuangan yang kuat dari Samsung Electronics dan Microsoft serta proyeksi positif permintaan chip memori untuk kecerdasan buatan.

Saham Samsung Electronics tercatat melonjak 24,40 persen ke level 2.575.000 won, sementara saham SK Hynix melambung 28,44 persen ke level 16.990.000 won. Investor asing mencatatkan pembelian bersih lebih dari 5 triliun won di pasar KOSPI, sedangkan investor ritel melakukan penjualan bersih dalam jumlah yang setara.

"Saham semikonduktor AS, yang telah turun tajam selama lima sesi berturut-turut, membalas dengan kuat didukung oleh hasil solid dari Samsung Electronics dan Microsoft, dikombinasikan dengan aliran opsi, dan ini mendorong indeks ke atas," kata Sangyoung Seo, Peneliti di Mirae Asset Securities.

Proyeksi kelangkaan pasokan komponen memori juga disampaikan oleh pimpinan industri teknologi global dalam laporan kinerja keuangan kuartal ketiga.

"Harga pasar memori diperkirakan akan terus meningkat setelah September, dan ini dapat memiliki dampak yang semakin signifikan pada bisnis kami," kata Tim Cook, CEO Apple.

Analis pasar modal memperkirakan pertumbuhan permintaan memori akan terus berlanjut seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan.

"Bukan hanya kontrak multi-tahun yang meningkatkan stabilitas dan visibilitas bisnis memori, tetapi eksekusi investasi berdasarkan permintaan pelanggan juga akan mengurangi kemungkinan banjir pasokan yang terjadi pada siklus sebelumnya," kata Minsook Chae, Peneliti di Korea Investment & Securities.

Proyeksi jangka panjang mengenai potensi kelangkaan pasokan chip memori turut disampaikan oleh lembaga keuangan global.

"Laju pertumbuhan permintaan bit DRAM akan meningkat dari 22 persen tahun ini menjadi 36 persen tahun depan, sementara pertumbuhan permintaan NAND flash akan dipercepat dari 20 persen menjadi 23 persen," kata Nicolas Gaudouard, Analis di UBS.

Kenaikan indeks saham Korea Selatan ini diimbangi dengan penguatan indeks KOSDAQ sebesar 9,06 persen ke level 702,99. Regulator keuangan setempat mulai memberlakukan pembatasan penuh pada ETF leveraged saham tunggal guna menekan volatilitas pasar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed