Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Lingkungan di Tiga Kabupaten
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar rangkaian program edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah di wilayah Parepare, Sidrap, Luwu Timur, dan Bantaeng. Kegiatan yang berlangsung sejak akhir Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat serta generasi muda terhadap mitigasi perubahan iklim.
Di MA Al-Mustaqim Parepare, mahasiswa meluncurkan program "Belanja Bijak, Bumi Sehat" untuk mengajak siswa membatasi plastik sekali pakai dan mengontrol pola konsumsi.
Penanggung jawab program menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup saat berbelanja merupakan fondasi utama pelestarian alam.
"Kami berharap siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana saat berbelanja. Keputusan kecil yang dilakukan setiap hari akan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan," ujar penanggung jawab program.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif tersebut karena dinilai mampu membentuk mentalitas peduli lingkungan pada peserta didik.
"Materi ini sangat bermanfaat karena mengajarkan siswa untuk lebih bijak dalam berbelanja sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga kebiasaan baik ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar salah satu guru Madrasah Aliyah Al-Mustaqim.
Sementara itu di Kabupaten Sidrap, mahasiswa mengajari murid SD Negeri 1 Tanru Tedong mengolah limbah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci melalui aksi CAPCRAFT pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan Dr. Eng.
Ir. Purwanto, S.T., M.T. ini diinisiasi oleh Fauziah, mahasiswi Ilmu Kelautan Unhas, sebagai langkah mencegah sampah terapung hingga ke laut.
Tenaga pendidik setempat menilai pelatihan kriya daur ulang tersebut efektif dalam mengisi ruang pembelajaran di luar jam akademik.
"Alhamdulillah, kegiatan semacam ini patut kita support supaya anak-anak didik kami memiliki wawasan luas terhadap pengelolaan sampah. Saya juga berterima kasih atas ilmu yang diimbaskan di luar jam akademik. Melalui pembelajaran ekstrakurikuler ini, motivasi anak-anak untuk mengelola sampah dapat berkembang dengan baik," ujar Guru SD Negeri 1 Tanru Tedong, Tajuddin.
Tajuddin menambahkan bahwa konsistensi edukasi kebersihan sangat dibutuhkan anak-anak dalam lingkungan sosial mereka.
"Saya sangat salut dengan kegiatan adik-adik mahasiswa KKN yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mengajari anak-anak memanfaatkan sampah berserakan menjadi sesuatu yang bernilai tambah. Saya berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut," ungkap Tajuddin.
Masih di Kabupaten Sidrap, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan mengenalkan Lubang Resapan Biopori (LRB) melalui program BIJAK di Kelurahan Kanyuara. Kegiatan diisi dengan sosialisasi pada Jumat, 31 Juli 2026, serta praktik pembuatan lubang komposter bersama 15 warga di Aula Kantor Lurah Kanyuara pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Inisiator program dari Departemen Kesehatan Lingkungan, Anisa Riyanti, menegaskan pentingnya pemilahan limbah dapur langsung dari sumbernya.
"Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya memilah sampah, tetapi juga terdorong memanfaatkan lubang resapan biopori sebagai solusi sederhana untuk mengurangi sampah organik dan menjaga lingkungan tetap bersih. Langkah kecil yang dilakukan di rumah dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan apabila dilakukan secara bersama-sama," ujar Anisa Riyanti.
Aksi edukasi serupa turut dilaksanakan di SDN 238 Mallaulu Luwu Timur melalui metode permainan simulasi GERAK BUMI, serta di SD 16 Lonrong Bantaeng dengan fokus pada pembuatan tempat sampah terpilah guna mencegah pencemaran ekosistem laut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow