Manchester United Berpotensi Hemat Rp1 Triliun untuk Carlos Baleba
Usaha Manchester United untuk memboyong Carlos Baleba dari Brighton & Hove Albion kini memasuki babak baru. Kesabaran manajemen The Red Devils yang memantau pemain selama lebih dari setahun berpotensi menghasilkan keuntungan finansial yang signifikan, dilansir dari Bola.
Valuasi gelandang tersebut dilaporkan mengalami penurunan drastis. Jika kepindahan senilai 70 juta pound tersebut terealisasi, Manchester United bakal menghemat hingga 45 juta pound atau sekitar Rp1 triliun dibandingkan tuntutan awal pihak Brighton pada tahun lalu.
Langkah mendatangkan pemain ini sekaligus diproyeksikan bakal menyempurnakan perombakan area tengah tim. Sebelumnya, jajaran manajemen telah berhasil mengamankan tanda tangan Andrey Santos dan Youri Tielemans.
Komunikasi awal mengenai potensi kepindahan pemain Kamerun itu sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Namun, banderol yang dipatok Brighton saat itu mencapai angka 100 juta pound hingga 115 juta pound, sehingga manajemen memilih untuk mundur sejenak.
Keputusan menunda pembelian tersebut terbukti tepat. Jurnalis Manchester Evening News, Steven Railston, mengonfirmasi perubahan sikap dari manajemen Brighton dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
"Brighton, dalam waktu 12 bulan, berubah dari menginginkan 115 juta pound untuk Carlos Baleba menjadi bersedia menjualnya dengan kesepakatan 70 juta pound," ujar Railston dalam podcast Manchester is Red.
Kebutuhan Karakter di Lini Tengah
Meskipun sudah memiliki Santos dan Tielemans, skuad Manchester United dinilai masih membutuhkan sosok gelandang dengan karakteristik bertahan yang tangguh. Kehadiran Baleba dipandang mampu memberikan keseimbangan pada kedalaman tim.
Railston menilai kriteria pemain penyeimbang tersebut sangat cocok dengan kemampuan yang dimiliki Baleba, terutama untuk memberikan proteksi ekstra pada area pertahanan.
"Mereka membutuhkan sedikit lebih banyak mobilitas. Mereka membutuhkan pemain yang bisa memberikan sesuatu yang lebih kepada empat pemain belakang, sedikit lebih banyak perlindungan. Dan itulah Carlos Baleba," jelasnya.
Gelandang bertahan tersebut dikenal memiliki etos kerja tinggi, daya intersep yang kuat, serta energi melimpah. Atribut tersebut akan membawa dampak berbeda bagi variasi permainan tim di lapangan.
Ujian Strategi Manajemen
Proses negosiasi yang panjang ini menjadi pertaruhan reputasi bagi jajaran staf rekrutmen klub. Beberapa nama seperti Jason Wilcox, Christopher Vivell, dan Michael Sansoni memegang peranan sentral dalam proses pemantauan sang pemain.
"Ini semacam ujian bagi Jason Wilcox, Christopher Vivell dan Michael Sansoni karena ketiga staf tersebut merupakan tokoh utama di jajaran manajemen dalam urusan transfer," kata Railston.
Manajemen klub tetap memegang keyakinan pada potensi sang pemain meskipun ia sempat mengalami masa-masa sulit sepanjang musim 2025/2026. Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, sempat mengonfirmasi bahwa rumor ketertarikan klub lain memang memengaruhi fokus sang pemain.
Kondisi Cedera Pemain
Kendala utama yang dihadapi saat ini berada pada aspek kebugaran fisik sang gelandang. Baleba menderita cedera ligamen pergelangan kaki yang berpotensi memaksanya beristirahat hingga bulan September.
Masalah fisik ini menjadi perhatian khusus karena kebutuhan tim akan gelandang bertahan terhitung mendesak pasca laga akhir pekan.
"United membutuhkannya. Melihat lini tengah pada Sabtu melawan Hull, mereka membutuhkan seseorang yang bisa bermain di peran tersebut," ujarnya.
Apabila proses pemulihan berjalan sesuai rencana, sang pemain memiliki kesempatan besar membuktikan alasan di balik kegigihan manajemen untuk merekrutnya. Penundaan pembelian ini berpeluang menjadi salah satu transaksi paling cerdik bagi skuad Red Devils.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow