Mariano Peralta Siap Tampil Laga Final Piala Presiden 2026

Smallest Font
Largest Font

Penyerang anyar Persib Bandung, Mariano Peralta, mematok target membawa timnya menjuarai Piala Presiden 2026 saat menghadapi Persebaya Surabaya pada laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

Pemain asal Argentina itu berpeluang kembali diturunkan setelah melakoni debut selama lima menit dari bangku cadangan saat Pangeran Biru mengalahkan Persija Jakarta 2-1 di partai semifinal pada Selasa (4/8/2026).

Pelatih Persib, Igor Tolic, memberikan kesempatan tampil kepada Peralta agar sang pemain bisa beradaptasi dengan atmosfer pertandingan setelah cukup lama tidak berlatih.

"Saya ingin mendorongnya sedikit karena dia sudah lama tidak berlatih. Hanya untuk merasakan atmosfer lapangan dan beradaptasi dengan rekan tim," kata Tolic.

Tolic mengungkapkan rasa senang pemain terbaik Super League musim lalu itu saat bisa bergabung dengan tim, meski durasi bermainnya masih dibatasi karena pertimbangan fisik.

"Kemarin dia sangat senang bisa bergabung, dia bahkan ingin bermain lebih lama, tetapi karena banyak alasan kami tidak melakukannya," tutur Tolic.

Kondisi kebugaran Peralta yang baru sepekan bergabung usai menempuh perjalanan jauh dari Argentina menjadi alasan utama tim pelatih tidak memaksakannya tampil penuh.

"Jika kondisinya membaik untuk besok, kami mungkin akan memainkannya sedikit lebih lama," ujar Tolic.

Fokus utama Persib adalah mempersiapkan Peralta agar berada dalam kondisi puncak saat menghadapi laga krusial babak kualifikasi kasta kedua antarklub Asia akhir bulan ini.

"Kami harus meningkatkan beban pertandingan dan beban latihan secara bertahap. Kami ingin Peralta siap dan sehat untuk tanggal 31 karena dia pemain yang sangat penting, sama seperti yang lainnya," kata Tolic.

Manajemen rotasi juga dilakukan pada sejumlah pilar lain yang memiliki durasi bermain tinggi demi menghindari risiko cedera akibat jadwal padat.

"Kami juga punya banyak pemain seperti Uilliam Barros, Patricio Matricardi, Gabriel Mutombo, pemain muda, semuanya banyak bermain. Jadi kami harus menemukan cara untuk menghadapinya nanti tanpa risiko," lanjut Tolic.

Menghadapi partai puncak dengan waktu pemulihan kurang dari 72 jam, Tolic memprediksi jalannya pertandingan akan berlangsung dalam tempo lambat.

"Memang hampir mustahil tanpa risiko, beberapa pemain pasti berisiko, tetapi mari kita lihat bagaimana perkembangannya," ungkap Tolic.

Ia mengisyaratkan bakal menerapkan skema penguasaan bola guna mengontrol jalannya permainan sepanjang 90 menit.

"Mungkin kami akan mengontrol tempo permainan. Saya pikir pertandingannya akan berjalan sangat lambat dari kedua belah pihak. Jadi, ya, kita lihat saja," jelas Tolic.

Di sisi lain, Peralta mengaku bahagia bisa mencatatkan penampilan perdana berseragam Maung Bandung dan memprioritaskan pencapaian kolektif tim dibanding catatan pribadi.

"Sangat senang karena saya sudah menantikan momen ini (debut untuk Persib) sejak lama. Tapi, saya lebih senang karena tim menang dan kami akan main di final. Ketika sampai final, tentu kami ingin juara," ujar Peralta.

Ia menyadari bahwa proses adaptasi fisik masih terus berjalan agar bisa tampil secara maksimal dalam pertandingan mendatang.

"Kondisi saya baik-baik saja. Hari ini, saya merasa sudah lebih baik. Tapi tentu saja, saya belum bisa bermain selama 90 menit," ungkap Peralta.

Di pihak lawan, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menilai Persib merupakan tim favorit yang memiliki kedalaman skuad serta mentalitas juara yang sangat solid.

"Persib adalah juara Super League dalam tiga musim terakhir dan memiliki kedalaman skuad yang sangat baik," kata Tavares dilansir dari laman resmi klub.

Tavares bahkan menyebut materi pemain lawan sangat melimpah hingga mampu membentuk beberapa komposisi tim yang sama kuatnya.

"Jika melihat komposisi pemain mereka, seolah-olah mereka bisa membentuk tiga tim yang sama kuat," ujar Tavares.

Meski tidak diunggulkan di atas kertas, Tavares memastikan pasukannya siap bekerja keras dan tampil maksimal untuk memburu gelar juara.

"Di atas kertas mungkin Persib adalah favorit. Namun pertandingan dimainkan oleh sebelas lawan sebelas pemain. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik," tutur Tavares.

Pendekatan pragmatis tetap diterapkan guna memastikan kondisi fisik para pemain Bajul Ijo berada pada tingkat optimal saat laga dimulai.

"Ini memang turnamen pramusim, tetapi kami tetap ingin tampil maksimal," lanjut Tavares.

Persebaya kini memfokuskan sisa waktu yang ada untuk memulihkan kebugaran skuad sebelum turun pada laga krusial tersebut.

"Sekarang fokus kami adalah memulihkan kondisi pemain agar bisa menghadapi final dalam keadaan sebaik mungkin," pungkas Tavares.

Persib memburu trofi Piala Presiden keduanya setelah edisi 2017, sementara Persebaya mengincar gelar juara pertama usai harus puas menjadi runner-up pada edisi 2019.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed